oleh

Tiongkok Ketakutan LTJ Habis, Babel Masih Santai

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung —

“WALAU Tiongkok masih kuasai LTJ (Mineral Tanah Jarang) sejak 2012 sebesar 97%, tapi memasukan impor LTJ dalam perjanjian dagang Tiongkok – Amerika Serikat (AS) minggu lalu. Pertanda Tiongkok takut kehabisan material langka itu. Sementara itu Bangka Belitung (Babel) yang kaya LTJ masih santai. Belum berbuat apa-apa. Walau regulasi Kementerian ESDM sudah ada. PT Timah Tbk ketiban rezki nomplok.”


Loading...

Entah apa yang menyebabkan Tiongkok memasukan item komediti impornya dengan AS memasukan rare earth mineral (mineral tanah jarang) atau LTJ. Padahal LTJ di AS termasuk salah satu komoditi yang diawasi ketat untuk diperdagangkan. Pejabat negeri Donald Trump pun ikut curiga. Padahal Tiongkok tahu, bahwa LTJ di AS tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan Babel yang berlimpah hingga ratusan tahun.

Ada dua material LTJ yang mau diimpor Tiongkok dari AS. Pertama, skandium yang digunakan dalam sistem pengarah rudal dan aplikasi pertahanan lainnya. Kedua, itrium yang masuk ke sistem penargetan militer, yang termasuk dalam daftar mineral penting yang dilindungi oleh Departemen Perdagangan AS.

Hebatnya kedua material langka itu masuk dalam daftar panjang barang-barang manufaktur yang diperinci dalam perjanjian perdagangan fase pertama Tiongkok-AS setebal 86 halaman yang ditandatangani pada Rabu (14/1/2020) lalu. AS pun curiga. Tetapi kecurigaan itu, tidak membatalkan niat Tiongkok untuk impor LTJ yang ditambang dari fasilitas Mountain Pass Rare Earth milik Molycorp di Mountain Pass, California, AS itu.

Komentar

BERITA LAINNYA