oleh

Strategi Rebut Saham Babel di PT Timah Tbk

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
”PROVINSI Kepulauan Bangka Belitung (Babel saat ini krisis putra Babel yang memiliki lobi kuat di tingkat pusat. Setidaknya hal itu terasa sejak Gubernur terpilih berbeda haluan politik dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Sekedar untuk melobi Menteri BUMN dan Menteri Keuangan saja hampir tidak tembus. Padahal sebelumnya, Jokowi sering menelepon Gubernur Babel untuk berbagai hal, termasuk kunjungan mendadak. Sayang momentum “kemesraan ini” tak dimanfaatkan secara maksimal oleh Babel. Kondisi politis ini harus dimaklumi dan dianggap sebagai sebuah resiko politik. Tetapi kepentingan Babel tak boleh berhenti “merebut” saham pada PT Timah Tbk yang akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam waktu dekat. Salah satu solusi, Lembaga Adat Melayu (LAM) Babel mesti berperan melobi Pemerintah Pusat.”

——————

Loading...

SEJUMLAH tokoh masyarakat Bangka Belitung seperti Prof Dr Hatamar Rasyid, Prof Dr Bustomi Rahman, Akhmad Elvian dan beberapa tokoh lainnya berkumpul di rumah Emron Pangkapi di Jalan Balai Pangkalpinang Bangka dua bulan lalu. Mereka membicarakan susunan pengurus Lembaga Adat Melayu Provinsi Babel. Berbagai pihak enggan menjadi ketua, karena merasa tidak layak. Karena menjadi ketua sebuah lembaga adat adalah figur yang menguasai penuh adat istiadat Melayu Babel. Saling sorong agar menjadi malam itu. Namun akhirnya mereka berhasil menyusun pengurus LAM Babel.

Adat Melayu Babel ternyata amat detail, seperti cara minum, cara makan, cara bicara, dan cara berpakaian. Tokoh-tokoh itu menginginkan Prof Dr Bustami Rahman menjadi ketua agar LAM Babel punya kharisma, karena selain tokoh ini akademisi juga profesor ini sudah senior diantara tokoh lainnya. Namun akhirnya pengurus LAM Babel terbentuk. Bahkan Gubernur Babel dalam minggu ini (minggu keempat Januari 2019) akan mengeluarkan surat keputusan tentang susunan pengurus LAM Babel serta pelantikannya.

Komentar

BERITA LAINNYA