oleh

Saham Babel dI PT Timah Sebuah Keniscayaan

Oleh: Safari Ans
Penulis adalah Salah Satu Pejuangan Pembentukan Provinsi Bangka Belitung

PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang 100% sahamnya milik pemerintah Indonesia telah ditetapkan sebagai perusahaan  induk (holding company) industri pertambangan. Ia membawahi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia. Antam perusahaan tambang emas, wilayah tambangnya tersebar di seluruh Indonesia. PT Bukit Asam bergerak dalam bidang tambang batu bara, juga memiliki wilayah tambang di berbagai wilayah. Sedangkan PT Freeport Indonesia lokasi tambangnya hanya di Timika Papua. Begitu juga dengan PT Timah Tbk, kini hanya menambang timah di wilayah Bangka Belitung (Babel). Kalau Babel sama posisinya dengan Papua, kenapa Babel tidak diberi saham 10% sama dengan Papua.”

Loading...

————————

DALAM laman PT Inalum disebutkan, pada tahun 2017, Pemerintah Pusat mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2017 tanggal 10 November 2017 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Inalum. Kemudian pada 27 November 2017, Pemerintah melakukan penandatanganan pengalihan saham Pemerintah di PT Freeport Indonesia kepada PT Inalum (Persero) yang sekaligus menandakan bahwa Holding Industri Pertambangan resmi dibentuk dengan PT Inalum (Persero) sebagai Induk Holding dan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk serta PT Freeport Indonesia sebagai anggota holding.

Tanggal 29 November 2017, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk dan PT Timah Tbk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa resmi mengumumkan pengalihan saham Pemerintah ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Inalum. Dengan demikian perusahaan aluminium terbesar di Asia itu menjadi perusahaan induk industri pertambangan negara Republik Indonesia.

Komentar

BERITA LAINNYA