oleh

PLTT Indonesia, Antara Bangka & Kalimantan?

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung

“PERIHAL Indonesia membutuhkan Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT)  hampir final. Indonesia tidak akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Walau hampir sama, tapi beda. PLTN tidak bisa shutdown (dimatikan) saat bahaya ledakan, PLTT bisa. Lalu ampas nuklir butuh seabad untuk menjadi aman (nol radioaktif), thorium hanya butuh sepuluh tahun saja. Lalu perdebatan muncul PLTT dibangun di Bangka atau di Kalimantan?.”

Loading...

—————

SEBENARNYA PLTT mau dibangun di mana saja tidak masalah. Toh listrik murah bisa dinikmati semua rakyat Indonesia. Akan tetapi dampak pertumbuhan ekonomi yang luar biasa itu yang menjadi perebutan. Jika PLTT di bangun di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bisa diperkirakan ekonominya tumbuh di atas 11% setahun dengan penyerapan ribuan tenaga kerja hingga pensiun. Sebab PLTT akan berdiri dan digunakan dalam hitungan ratusan tahun. Bahkan diprediksi PLTT akan berjalan ribuan tahun. Sebab ada ahli thorium yang mengatakan thorium di Babel bisa sampai seribu tahun.

Karena thorium bersumber dari Bangka, maka masyarakat Babel harus ngotot agar PLTT tersebut dibangun di Babel. Bukan di daerah lain. Tidaklah adil apabila wilayah Babel hanya diambil material thoriumnya yang harganya tak seberapa dibandingkan dengan kerusakan lingkungannya. Tetapi yang menikmati dampak pertumbuhan ekonominya justru daerah lain yang menikmatinya. Sangat tidak adil. Juga tidak patut. Tidak pantas. Jika pemerintah sepakat bahwa yang dibangun PLTT, maka harus dibangun di Babel.

Akan tetapi kalau pemerintah memutuskan PLTN, maka anak Babel harus legowo PLTN di bangun di Kalimantan. Akan tetapi, ada kebiasaan lama. Pemerintah membohongi rakyatnya. Mereka berteriak yang dibangun adalah PLTN, tapi kemudian setelah dibangun justru PLTT. Dalih yang dipakai sejak zaman klasik. Mulanya memang PLTN tetapi dalam perjalanan seiring dengan perkembangan teknologi reaktor akhirnya berubah menjadi PLTT di Kalimantan. Strategi dan gaya lama itu bisa saja dipakai untuk menjinakan anak-anak Babel.

Komentar

BERITA LAINNYA