oleh

PH Ancam Lapor Jaksa

* Soal Dugaan Kerugian Negara yang Berubah
SIDANG Tipikor Pekerjaan Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya milik Dinas ESDM Bangka Belitung 2018, semakin panas. Bahkan kemarin (26/12), dalam eksepsinya, Penasihat Hukum (PH) Terdakwa mantan Kadistamben Babel, Suranto Wibowo, yaitu Kusmoyo mengancam akan melaporkan jaksa penuntut umum ke pihak berwajib.

——————–


Loading...

BAHWA surat dakwaan jaksa penuntut umum ini tidak cermat karena bertentangan dengan keterangan saksi penyidik tersebut diatas dan kami mengganggap sebagai bentuk keterangan palsu di dalam suatu putusan dan karenanya kami akan melaporkannya kepada pihak yang berwajib dengan dugaan keterangan palsu didalam putusan. Bahwa oleh karena itu surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum ini tidak cermat dan tidak jelas dan karenanya harus dinyatakan batal demi hukum,” tegas Kusmoyo dari Tax Lawyer & Law Firm Lauren, Karnobel Harianja.

Diuraikannya, pada poin ke 5 tim PH dalam sidang dengan Majelis yang diketuai Rendra Yozar Dharma Putra itu, dalam praperadilan lalu dengan terang benderang menyatakan kerugian negara total lost senilai Rp 2,183 milyar berdasarkan perhitungan sendiri. Namun faktanya di persidangan tepatnya dalam dakwaan justeru kerugian negara berubah menjadi Rp.550.588.526.

Atas ketidakkonsistenan ini tim PH menilai jaksa telah memberikan keterangan palsu. Tidak cukup di situ, tim mengancam akan melaporkanya kepada pihak yang berwajib dengan dugaan keterangan palsu dalam putusan.

Berikut pernyataan eksepsi yang dibacakan tim penasehat hukum kemarin. Bahwa Jaksa Penuntut Umum di dalam surat dakwaannya menerangkan dalam dakwaan primair dan dakwaan subsidair tentang yang menghitung kerugian negara dan besarnya dugaan jumlah kerugian negara real cost sebesar Rp.550.588.526.

Bahwa surat dakwaan Jaksa Penuntut umum ini tidak sesuai keterangan saksi penyidik:

a. Saksi Himawan, SH selaku saksi dalam permohonan praperadilan nomor 2/Pid/Prap/2019/PN.PGP yang di bawah sumpah menerangkan yang menjadi dasar bagi saksi dan jaksa penyidik lainnya menyatakan telah adanya kerugian negara adalah berdasarkan laporan tim penyidik tanggal 31 Juli 2019 pada ekspose yang menyatakan adanya kerugian nyata yang nilainya sekitar 2Rp ,183 milyar –total lost- berdasarkan perhitungan sendiri.

b. Saksi Frans Jomar Karinda,SH selaku saksi dalam permohonan Praperadilan nomor 2/Pid/Prap/2019/PN.PGP yang di bawah sumpah menerangkan dalam ekspose penyidikan sudah dibicarakan masalah kerugian negara, karena saksi bersama jaksa penyidik lainnya sudah melakukan perhitungan kerugian negara dan saat ekpos pertama penyidik sudah melakukan perhitungan kerugian negara.
Seperti diketahui, kasus yang menghebohkan ini menyeret 3 terdakwa, masing-masing Suranto Wibowo (mantan Kadis ESDM), pemborong PT. Nicko Pratama Mandiri, Candra dan Hidayat. (eza)

Komentar

BERITA LAINNYA