oleh

Penutupan Lokalisasi Ditargetkan 2 Bulan

*Selanjutnya, Giliran ‘Hajar’ TI Ilegal
PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil menargetkan penutupan tiga lokalisasi di Pangkalpinang paling lambat dua bulan harus selesai. Sebab sebelum bulan suci Ramadan dia menginginkan Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini bersih dari praktek prostitusi.

“Target saya dua bulan, secara berproses semua harus clear, tidak ada lagi yang namanya tempat-tempat lokalisasi di Pangkalpinang,” tegas Maulan kepada Babel Pos, Rabu (12/2).


Loading...

Terkait para penghuni yang tinggal di lokalisasi, menurut Molen, demikian Maulan disapa, akan dilakukan pembinaan. Bagi penghuni yang tidak memiliki indentitas diri, dia meminta agar balik ke kampung halaman. Sebab dari hasil penelusuran yang dilakukan pihak kepolisian, sebagian besar para pehuni diakuinya berasal dari luar Provinsi Babel.

“Laporan yang saya dapat mereka (penghuni lokalisasi-red), bukan penduduk dari Babel tapi dari luar. Makanya yang bukan penduduk kita, kita akan minta baik-baik kepada mereka agar keluar dari Pangkalpinang,” tegasnya.

Saat disinggung apakah Pangkalpinang memiliki anggaran untuk memulangkan para penghuni lokalisasi itu, Molen mengakui keterbatasan anggaran Pangkalpinang.

Komentar

BERITA LAINNYA