oleh

Nelayan Basel Desak Bupati & DPRD Hapus Zona Tambang Laut

*Ada 7 Titik Zona Tambang Laut di Wilayah Tangkap Nelayan
TOBOALI – Sejumlah perwakilan nelayan Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel untuk menghapus zona tambang laut di perairan laut daerah setempat. Pasalnya, terdapat 7 titik lokasi zona tambang laut yang dimasukkan ke dalam draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) bersinggungan dengan wilayah tangkap nelayan.

Selain itu, nelayan juga mendesak Bupati dan DPRD Basel mengeluarkan rekomendasi untuk peninjauan ulang atas Raperda RZWP3K dan rekomendasi penghapusan zona tambang laut. Mulai dari perairan laut Tanjung Merun Sadai sampai ke perairan laut Pulau Besar. Hal ini ditegaskan Abdullah perwakilan nelayan Tanjung Timur Toboali, Bangka Selatan, kepada babelpos.co, Senin (2o/1/2020)


Loading...

Menurutnya, peninjauan ulang atas Raperda tentang RZWP3K terkait zona tambang laut itu sangatlah penting dilakukan sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hanya saja, kata Abdullah, dalam peninjauan itu harus melibatkan nelayan yang bersinggungan langsung atas dampak dari kebijakan tersebut.

“Harapan kami agar kiranya Bupati Basel, Justiar Noer bersama DPRD Basel dapat mengakomodir kepentingan nelayan. Utamanya itu zona tangkap nelayan harus zero tambang. Untuk itu, hapus zona tambang laut yang masuk dalam draft Raperda RZWP3K itu”, ujar Abdullah.

Komentar

BERITA LAINNYA