oleh

Mentinak

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial —

“LAKI-LAKI itu kuat, penuh rasa percaya diri. Tapi tanpa Mentinak (perempuan), laki-laki dak jadi ape lah. Jadi dak usah taipau begereng!”

Loading...

——————-

ENTAH kenapa, tiba-tiba sore menjelang maghrib sebelum batas waktu pengiriman tulisan rutin di kolom TARING (Catatan Ringan) ini, tiba-tiba pengen menulis tentang Mentinak (perempuan).

Bukan tanpa alasan, kadangkala iseng sering saya merenung bahwa laki-laki memang kuat secara fisik, tapi kekuatan bathin Mentinak (yang sudah menikah, apalagi yang sudah punya anak) jauh lebih kuat dari kebanyakan kaum pria. Sebagai contoh, pernah suatu ketika isteri pergi mudik ke Pulau Jawa. Saya sendiri tinggal di rumah. Betapa bengong dan tidak bisa berbuat apa-apa, rumah begitu sunyi. Ibarat kata urang Bangka: “kiyun kan, kene kan” (kesana bukan kesini bukan).

Begitu pula yang saya lihat teman saya kala ditinggal isteri pergi berhari-hari. Bahkan seorang Ustadz ternama saat saya berkunjung ke kediamannya, menceritakan bagaimana ia merasa merana di rumah karena isterinya sedang tugas keluar negeri. Kepada sang Ustadz saya pun berkata sambil ngakak: “Beginilah kita kaum laki-laki itu ternyata sangat lemah. Kita sering bepergian meninggalkan rumah, berhari-hari. Kita kuat dan isteri kita pun kuat. Tapi sekali isteri yang pergi, kita laki-laki ternyata yang tidak kuat”.

Sang Ustadz pun mengiyakan dan menceritakan bagaimana merananya beberapa hari ini kala isterinya tak ada di rumah.

Komentar

BERITA LAINNYA