oleh

Mengapa Ekonomi Babel Tumbuh 7,08%?

Oleh : Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Babel —
“BANK Indonesia telah mencatat, bahwa pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung (Babel) bisa tumbuh 7,08%. Hal itu sempat terjadi pada triwulan ketiga tahun 2018. Apa saja yang menyebabkan ekonomi Babel tumbuh secara signifikan tersebut akan dibahas dalam tulisan ini.

Tetapi triwulan berikutnya pada tahun yang sama ekonomi kembali jatuh lagi ke level 3,7% lebih. Aneh. Tapi ada data yang patut dipelajari kejadian ekonomi seperti apa yang membuat ekonomi Babel tumbuh 7,08% itu dalam masa hanya tiga bulan.”

Loading...

——————

MENGUTIP berita Bloomberg harga timah pada bulan Juni 2018 mencatatkan harga timah di pasaran dunia sedang alami harga tertinggi. Transaksi pun berjalan dengan harga tinggi itu. Bahkan Januari lalu, harga timah untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange menguat 0,86% dibanding penutupan perdagangan minggu lalu atau berada di level US$ 20.475 per metrik ton. Harga Juni tahun lalu terus bertahan harga timah ini menguat 5,13% sejak awal tahun.

Apakah harga timah yang berlaku bulan Juni 2018 (awal semester III tahun 2018) yang menyebabkan ekonomi Babel tumbuh luar biasa sehingga disebut tertinggi di Sumatera? Bisa jadi iya. Karena timah masih mendominasi 40% ekonomi Babel. Data itu berkait dengan data Bank Indonesia mencatat sepanjang tahun 2018, bahwa kredit korporasi 53,31% diserap oleh sektor pertambangan dan galian di Babel. Tetapi bisa jadi tidak karena harga itu stabil sampai akhir tahun lalu. Sebab ekonomi justru menurun drastis pada triwulan IV tahun lalu. Sepintas ini sekedar gambaran Babel belum memiliki pondasi yang kuat. Ekonomi Babel masih rentan terhadap gejolak.

Apalagi perilaku para penambang timah di Babel terkadang aneh. Begitu panen hasil penjualan pasir timah, lalu mereka membelanjakan uangnya secara membabi buta. Beli rumah, beli mobil, beli motor, beli peralatan rumah tangga dan sebagainya. Belanja yang bersifat konsumtif itu membuat cadangan uang mereka terkuras habis. Artinya, wajar kalau kemudian hasil penjualan pasir timah tadi habis dalam tiga bukan. Sehingga pada triwulan keempat tahun 2018, uang belanja para aktivis dunia pertimahan sudah habis dibelanjakan. Sehingga Bank Indonesia mencatat pada triwulan IV ekonomi Babel anjlok lagi ke 3,7%.

Komentar

BERITA LAINNYA