oleh

Maafin Ya Tuhan, Anakku Politisi?

‘ANGGOTA Dewan yang Terhormat’. Predikat itu melekat, meski semakin banyak saja tindakan ‘oknum’ tepatnya ‘para oknum’ di lembaga itu banyak yang ‘Sangat Tidak Terhormat.’

—————-

Loading...

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup —

———————

KALAU boleh jujur, tapi sebaiknya jangan terlalu jujur. Sangat jarang terdengar tindakan terhormat dari lembaga ‘Dewan Yang Terhormat’. Malah yang terjadi, orang yang dulunya begitu terhormat, sejak jadi anggota dewan, malah hilang kehormatan.

Karena faktanya, banyak yang dulunya begitu dihormati sebagai tokoh masyarakat, begitu menjadi anggota dewan, jadi berubah. Sibuk studi banding, sibuk keluar daerah, maklum ada duit SPPD-nya.

Jangan coba-coba menolak, jangan coba-coba tampil beda, karena akan ‘terasing’ di lembaga yang kadang menjadi asing di tengah rakyat yang diwakilinya itu.

***

TERTANGKAP basahnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, menambah deretan politisi yang bobrok di negeri ini. MK yang dulu begitu agung semasa kepemimpinan Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD –dan benar-benar menjadi pintu terakhir masalah konstitusi di negeri ini—, luluh lantak sudah dihancurkan Akil yang notebene berasal dari kalangan politisi –dan mantan anggota dewan DPR RI yang terhormat—.

Komentar

BERITA LAINNYA