oleh

Ketika Kepala Daerah Berstatus Terdakwa, Pemberhentian Sementara

Oleh: DHARMA SUTOMO.H, SH.MH
Advokat berdomisili di Pangkalpinang-Bangka Belitung —

DIBERHENTIKAN sementara atau tidak Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta  karena berstatus terdakwa, menimbulkan perdebatan pro-kontra di publik termasuk antara pakar hukum dan politisi.
———–
DARI pengamatan penulis perbedaan pendapat  ini dikarenakan masing-masing pihak hanya menggunakan pendekatan penasifran hukum secara gramatikal dan berhenti sampai di situ, padahal dalam ilmu hukum dikenal beberapa teori penafsiran hukum yang dapat digunakan


Loading...

Hukum sebagai ilmu pengetahuan terstruktur dalam filosofi hukum, azaz hukum dan norma hukum dan struktur hukum ini mengikat yang apabila tidak dipenuhi akan berakibat hukum yaitu batal demi hukum atau dapat dibatalkan. Perundang-undangan sebagai norma hukum tidak boleh menyimpang dari azaz hukum, demikian juga dengan norma hukum dan azaz hukum harus merujuk kepada filosofi hukum yang dianut.

Bagi mereka yang pernah belajar filsafat hukum  sangat faham bahwa tujuan hukum secara fisofis adalah : pertama  Keadilan; kedua. Kemanfaátan dan ketiga Kepastian. Dalam konteks keadilan dikenal azaz hukum equality before the law (setiap orang mempunyai kesamaan kedudukan di muka hukum). Ketika pembuat perundang-undangan menterjemahkannya dalam bentuk norma hukum maka tidak boleh bertentangan dengan azaz dan filosofi hukum tersebut.

Komentar

BERITA LAINNYA