oleh

Ketegangan AS-Tiongkok, Peluang Bagi Babel?

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung —

“KETEGANGAN hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok sebenarnya menjadi peluang emas bagi Bangka Belitung (Babel). Berbagai daerah di Indonesia mencoba meraih peluang itu, tetapi kalau Babel bersungguh-sungguh posisinya masih di atas angin. Cukup Babel menawarkan 1 KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) 1 Kabupaten. Apalagi Presiden Jokowi saat ini memberikan peluang seluas-luasnya, semudah-mudahnya dan secepat-cepatnya. Izin dipermudah. Semua aspek dipermudah. Nunggu apalagi Babel?”

Loading...

——————-

SEPERTI diberitakan media seluruh dunia, pada Jumat (10/5/2019) pukul 12.01 malam waktu Washington atau pukul 11.01 pagi WIB, Pemerintah AS memberlakukan tarif baru sebesar 25% dari semula 10% terhadap barang-barang asal Tiongkok yang kini bernilai US$200 miliar atau setara Rp 2.800 triliun jika 1 USD Rp 14.000,-.

Tarif baru itu berlaku untuk semua kategori produk Tiongkok. Kini produk negeri tirai bambu itu lebih dari 5.700 kategori, mulai dari sayur-sayuran olahan hingga lampu Natal. Keputusan Presiden AS Donald Trump itu diambil di tengah berlangsungnya pembicaraan lanjutan antara kedua negara di Washington, AS pada 9 & 10 Mei 2019.

Keputusan AS menandakan hubungan dagang dua negara besar itu kian memanas. Secara teoritis Indonesia akan terkena imbasnya. Karena kedua negara itu menjadi tujuan utama ekspor Indonesia. Situasi itu ikut membuat neraca dagang Indonesia terjerembab ke dalam defisit dagang yang amat besar dalam sejarah Indonesia. BPS melaporkan defisit neraca perdagangan pada bulan April 2019 sebesar US$ 2,5 miliar. Sebelumnya Indonesia pernah mengalami defisit dagang terburuk tahun 2013. Defisit tercatat sebesar US$ 2,3 miliar yang dibukukan pada Juli 2013 itu.

Komentar

BERITA LAINNYA