oleh

Jika Sudah Ditetapkan Pariwisata, Adet: Tambang Dihapus Dong?

FUNGSI pemanfaatan ruang untuk pariwisata pada Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Bangka Belitung (Babel) tidak boleh ada kegiatan-kegiatan lain. Begitu juga dengan pemanfaatan ruang yang lain seperti misalnya zona alur pelayaran, tidak ada kegiatan-kegiatan lain, apalagi pertambangan.

————

Loading...

DEMIKIAN ditegaskan Ketua Panitia Khusus (Pansus) ZWP3K Adet Mastur, Selasa (20/8) kemarin, menanggapi adanya usulan dari daerah yang ingin menyisipkan sektor pertambangan dalam peta zona pariwisata, dalam artinya zona pariwisata diaktifkan disaat Izin Usaha Pertambangan (IUP) itu selesai masa berlakunya.

“Orang pariwisata ini kan pinginnya nyaman, aman dan indah. Indah ini kan termasuk kebersihan, kalau lautnya kotor, berlumpur, itu namanya enggak bersih, maka kita harus hilangkan itu (IUP),” tukasnya.

Ia menerangkan, dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) yang sedang digodok saat ini tidak boleh ada fungsi ganda dalam penerapan perda tersebut yang akan mengakibatkan dampak kejadian yang sangat luar biasa. “Maka dari itu, kita lihat-lihat dulu. Untuk pariwisata tambang tidak boleh, karena ini akan mengganggu kegiatan-kegiatan pariwisata. Apalagi alur pelayaran,” kata Adet.

Meskipun ada beberapa sektor yang bisa digandakan tanpa merusak zona yang ditetapkan itu, kata Adet, semisal daerah tangkapan ikan untuk memasuk zona alur pelayaran. “Jadi dilihat dulu kepentingannya. Kegiatan yang bisa digandakan itu ada misalnya daerah tangkapan ikan, silakan alur pelayaran. Kalau tambang itu memang tidak boleh di alur pelayaran,” terangnya.

Komentar

BERITA LAINNYA