oleh

Ekonomi Babel, Stabil Tapi Gelisah (1)

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Babel —

LOKAKARYA yang membahas Potensi Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berlangsung Selasa 12 November 2019 di Jakarta. Gubernur Dr H Erzaldi Rosman Djohan jadi pembicara utama. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Dr Halim Alamsyah sebagai putra Babel ikut menyajikan presentasi. Bank Indonesia ikut menyorot ekonomi Babel terkini. Ahli perikanan dan keluatan IPB Dr Nimmi Zulbainarni mengaktualisasikan potensi ikan di provinsi yang berusia 19 tahun ini. Penulis mencoba meracik bahan lokakarya dalam 4 tulisan. Selamat Ulang Tahun Babel.

Loading...

———————-

EKONOMI Babel memang dalam beberapa triwulan belakangan ini berfluktuatif tajam. Pertanda bahwa ekonomi Babel rentan terhadap berbagai gejolak. Diantara gejolak ekonomi yang memiliki sensitivitas tinggi adalah dunia timah dan lada. Naik turunnya kedua komoditas membuat resah masyarakat Babel. Risau lantaran masyarakat tidak mampu berbuat banyak. Kecuali menerima nasib saja. Babel sebagai satu-satu pengekspor timah putih dunia, tetapi saja tak mampu mengendalikan harga timah dunia. Seharusnya bisa. Tapi kendali komoditi kramat ini berada di Pemerintah Pusat.

Sedangkan lada berbeda. Jika petani Babel tak mampu mengendalikan harga lada, semata karena “ketidak-pahamanan” bagaimana memainkan harga lada Babel. Padahal kalau petani lada bersatu dalam sebuah koperasi petani lada Babel, maka soal harga rendah tak mungkin lagi terjadi. Petani harus kompak, ketika harga lada rendah, mereka sepakat tidak menjual lada.

Jika butuh biaya hidup sambil menunggu lada harga tinggi, pinjam saja sama keporesi. Koperasi juga mesti memberikan permodalan petani lada untuk menanam dan pupuk. Jika itu terwujud. Tidak ada perusahaan atau perseorangan yang mampu berbuat menjatuhkan harga. Karena lada Babel terbaik di dunia. Lada Babel disukai masyarakat dunia.

Komentar

BERITA LAINNYA