oleh

DPRD Babel Gelar Rapat Dengar Pendapat bersama Eskportir Lada

PANGKALPINANG – Turunnya harga lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membuat para petani lada resah, ditambah adanya polemik dualisme kepengurusaan Badan pengelolaan, pengembangan dan pemasaran lada (BP3L) Babel membuat Ketua DPRD Babel menginisiasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mencari solusi penyelesaian masalah tersebut.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD beserta Komisi I dan II DPRD Babel, Dirut BUMD Babel, Ketua Tim Pembina, Pengawasan, Pengendalian dan Perdagangan Lada (TP4L) Babel, BP3L, Pihak dari Kemenkumham, Bea Cukai, serta dinas terkait, Senin (2/12) kemarin.

Loading...

Seusai rapat, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mengatakan bahwa eksportir lada Babel mengancam tidak akan membeli lada petani karena polemik kepengurusaan BP3L Babel.

“Yang kita pikirkan nasib rakyat dan petani lada, jangan sampai gara-gara hal ini bisa memberikan dampak buruk bagi petani lada Babel, jika para eksportir tidak membeli lada milik petani terus siapa yang akan membeli, apakah pemerintah dan BUMD sanggup untuk membeli hasil lada petani? Saya minta eksportir lada mengurungkan niatnya untuk tidak lagi membeli lada milik petani,” tegasnya.

Komentar

BERITA LAINNYA