oleh

Berburu ‘Udang’ di Balik Tambak, HL itu Salah Kelola…

PENGUSUTAN kasus perusakan hutan lindung (HL) mangrove di Lubuk Besar Desa Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, masih terus berlanjut oleh pihak Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK). Satu hal yang diharapkan pihak penyidik, agar tersangka Azm (44) buka suara.

—————–


Loading...

HAL ini karena fakta lapangan memperlihatkan adanya peran pemodal besar di balik kegiatan pembuatan tambak udang tersebut. Dak agaknya, penyidik dalam kasus ini seperti berburu ‘udang’ di balik tambak?

Mengapa tersangka Azm terjerat dalam pusaran kasus itu?
Salah satu saksi –yang wanti-wanti namanya tidak disebutkan– kepada Babel Pos menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi merupakan kawasan hutan lindung (HL) Lubuk Besar yang dikelola Gapoktanhut yang diketuai oleh tersangka Azm (44) berdasarkan SK Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan Tahun 2018 nomor:4524/MENLHK-PSKL/PSL.0/7/2018 tentang pemberian izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan kepada Gapoktanhut Tani Makmur seluas -+2.819 hektare pada kawasan hutan lindung di Desa Batu Beriga.

“SK menteri LHK Tentang penetapan areal pengelolaan hutan kemasyarakatan oleh Gapoktanhut Tani Makmur yang diketuai oleh tersangka Azm ini, Kelompok tani ini mengajukan pengelolaan hutan lindung ke Dinas Kehutanan Provinsi melalui KPH Sembulan,” ujarnya saat ditemui Babel Pos di Koba, Selasa (24/03/2020) lalu.

Komentar

BERITA LAINNYA