oleh

Upah Pungut PBB untuk Camat & Lurah, Bisa Bawa Pulang Rp6-50 Juta per Tahun

Babelpos.co PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) berjanji akan mensejahterakan camat dan lurah se-Kota Pangkalpinang bukan tanpa syarat. Syaratnya adalah harus membantu peningkatan pendapatan daerah Kota Pangkalpinang melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Saya ingin lurah-lurah kerjakan PBB, karena nantinya khusus lurah dan camat ada upah pungut tersendiri jika PBB over target,” ujar Molen saat memberikan sambutan dalam penandatanganan kerja sama antara Pemkot Pangkalpinang, Senin (28/1) di ruang pertemuan Pemkot Pangkalpinang.
Bahkan terkait hal ini, Molen juga sudah memikirkan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Muhammad Sopian tidak akan menerima upah pungut dari PBB dan akan diserahkan seluruhnya kepada camat dan lurah.
“Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota nggak perlu lah dapat upah pungut dari PBB. Mending saya serahkan seluruhnya kepada camat dan lurah,” katanya.
Molen menyebutkan, untuk tahun 2018 realisasi PBB Kota Pangkalpinang sebesar Rp11 miliar. Dari jumlah tersebut lima persen di antaranya adalah untuk upah pungut.
“Nah kalau lima persen dari Rp11 miliar, berarti ada Rp500 juta untuk upah pungut. Dan jika Rp500 juta ini dibagi 42 lurah berarti upah pungut yang diterima sekitar Rp10 juta lebih. Inilah yang mestinya didapat para lurah, minimal Rp6-8 jutaan per tahun. Itu kalau keadaan sekarang,” tegas Molen.
Namun jika para lurah bisa kejar over target dari potensi PBB yang ada, menurut Molen, upah pungut yang diterima otomatis lebih besar.

Komentar

BERITA LAINNYA