oleh

Tiga Pelaku Ilegal Fishing Segera Sidang.. Tapi, Belum Ditahan?

*Hotma: Hakim Bisa Saja Berubah Pikiran Bila Tak kooperatif
MASIH ingat unjuk rasa besar-besaran kaum nelayan tradisional Toboali, Bangka Selatan (Basel) ke Kantor Gubernur Bangka Belitung akhir tahun 2018 lalu? Mereka memprotes karena ulah kapal trawl dan compreng yang merugikan mereka?

———————

loading...

MENYIKAPI itu, akhirnya Gubernur Erzaldi Rosman Djohan membentuk tim terpadu guna menindak tegas keberadaan ilegal fishing tersebut. Atas perintah Gubernur dan Kapolda, akhirnya tim terpadu berhasil menindak tegas 3 kapal pelaku ilegal fishing. Masing-masing KM Marga Mulya, KM HKS Makmur dan KM Ariana. Penangkapan tersebut dilakukan di perairan Bangka Selatan 22 Desember 2018.

Dari 3 kapal tersebut, akhirnya Direktorat Polair Polda Babel menetapkan 3 nahkoda sebagai tersangka. Masing-masing: Thian Huat nahkoda KM Marga Mulya, Junaedi Anak dari Limtoguan Nahkoda KM HKS Makmur, dan Andi anak dari Hok Siong nahkoda KM Ariana.

Mulai Sidang
Nah kini, kasus tersebut akan mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Pihak JPU dari Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung membenarkan kasus tersebut telah dilimpahkan guna disidangkan.

Meski status para tersangka segera menjadi terdakwa, namun para pelaku itu hingga kini belum ditahan.
Saat harian ini konfirmasi ke kedua belah pihak yakni JPU dan PN Pangkalpinang, mereka senada manjawab sedari awal penyidikan kasus tersebut tidak ditahan. “Betul Bang sudah dilimpah dan mau disidangkan. Tetapi memang tidak ditahan,” kata salah satu JPU, Nur Sricahyawijaya.

Komentar

BERITA LAINNYA