oleh

Sistem Kung/Kong Atau Dagtaak

Oleh: Drs. Akhmad Elvian – Sejarahwan Bangka Belitung
SISTEM Kerja dan pengupahan atau penggajian di pulau Bangka yang masih berlaku sejak masa Pemerintah Kolonial Belanda hingga sekarang adalah sistem Kong atau Kung dan dalam istilah bahasa Belanda disebut dengan sistem Dagtaak.

—————

loading...

SISTEM kerja dan upah kerja Kung atau Kong sangat populer di pulau Bangka sehingga arti Kung atau Kong kemudian meluas artinya kepada penyebutan jenis pekerjaan tertentu yang menerima upah harian dengan sebutan kerja “Ngelangkung”, kemudian dikenal juga istilah “Makan Kung”, yang berarti pekerja dalam menyelesaikan satu pekerjaan tidak efektif dan efisien, sehingga hasil kerja tidak memuaskan.

Sistem Kung dan Kong awalnya diberlakukan oleh pemerintah Kolonial Belanda terhadap pekerja-pekerja tambang di parit-parit penambangan Timah. Sistem kerja dan pembayaran upah didasarkan atas lamanya waktu bekerja menyelesaikan satu pekerjaan berdasarkan perhitungan waktu kerja sehari, biasanya berkisar 8 hingga 9 jam. Waktu kerja tersebut disebut dihitung “satu Kung” atau bisa separuh dari waktu kerja dan dihitung dengan ukuran “setengah Kung”.

Perhitungan Kung juga ditentukan berdasarkan kualitas dan kuantitas kerja seperti jumlah tanah yang digali, jumlah tanah yang diangkat serta jumlah pasir Timah yang diperoleh di Parit penambangan. Upah pekerja biasanya dibayar setiap tiga hari yaitu hari Rabu atau hari Sabtu berdasarkan jumlah Kung yang dicapai oleh seorang pekerja tambang, tergantung pada kontrak kerja yang ditandatangani ketika menjadi pekerja.

Umumnya para pekerja tambang Timah, bekerja sekitar 360 hari dalam setahun, waktu libur hanya diberikan selama Lima atau Enam hari, biasanya bertepatan pada saat perayaan Imlek atau pesta pernikahan atau hari hari tertentu yang harus memperoleh izin dari kepala tambang atau kepala parit. Sistem perhitungan Kung atau Kong penggunaannya sekarang tidak hanya pada pekerjaan di tambang saja, misalnya dalam pekerjaan fisik bangunan, sistem Kung atau Kong diterapkan dengan perhitungan, dalam sehari pekerja harus menyelesaikan penyusunan batu pondasi (batu gunung) dengan standar berapa meter, penyusunan batu bata merah dengan standar berapa meter, penyusunan keramik dan plesteran dinding dengan standar berapa meter.

Komentar

BERITA LAINNYA