oleh

Seminar Nasional Depati Amir – H. AS. Hananjoeddin, Pemerintah Pusat Harus Berikan Gelar Pahlawan Nasional

Babelpos.co  PANGKALPINANG – Ikatan Karyawan PT. Timah (IKT) menggelar seminar nasional kemarin (28/2) di Gedung Graha Timah. Dengan tajuk ‘Depati Amir dan H. AS. Hananjoeddin Rangkai Perjalanan Pahlawan Nasional’, kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 1000 peserta. Antusiasme pelajar dan masyarakat sangat terlihat sekali dari jumlah yang melebihi target 500 orang.

Tampil tujuh pembicara terkemuka yaitu Prof. Dr Bustami Rahman, M.Sc., Kolonel Sus TNI Drs. Sudarno, Prof. DR. Nana Supriatna, M.Ed., Prof. Dr. Bambang Poerwanto, Prof. Dr. Dien Madjid, Prof. Susanto Zuhdi dan Johan Wahyudi, M.Hum.

loading...

Dari seminar tersebut, Pemerintah Pusat sudah seharusnya menyematkan gelar Pahlawan Nasional kepada kedua tokoh tersebut di Tahun 2018 ini. Hal ini dapat dinilai dari sejarah perjuangan kedua tokoh pahlawan Babel ini yang diungkapkan selama seminar dan berbagai tahapan yang sudah dilaksanakan agar keduanya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.Hasil dari seminar akan menjadi rekomendasi ke Pusat.

“Cukuplah perjuangan ini. Pemerintah Pusat harus menerima Depati Amir dan Hananjoeddin menjadi pahlawan nasional. Jangan sampai pengajuan ini ada hal yang tidak prinsip (berkas persyaratan kurang, red). Semoga pintu hati Pusat khususnya Menteri Sosial terketuk. Siapapun yang berjuang mari berdoa sambil bekerja,” ujar Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dalam sambutannya.

Salah satu pembicara, Prof. Dr. Bustami Rahman, M.Sc bahkan menegaskan bahwa Pemerintah Pusat yang semestinya aktif menawarkan kepada Babel usulan Pahlawan Nasional. Bustami lebih menitikberatkan pada persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang wajib dijaga oleh Pemerintah Pusat, salah satunya dengan perhatian memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada seluruh daerah.

Komentar

BERITA LAINNYA