oleh

Sebagian Kegiatan Pembangunan di Desa Penutuk, Fiktif

* Bangunan Tambat Labuh Perahu & Kawasan Wisata Benteng

Babelpos.co TOBOALI – Perwakilan masyarakat Desa Penutuk, Kecamatan Lepar Pongok (Lepong) Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung mengkritisi sebagian kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017 diduga fiktif, sehingga dinilai adanya penggelapan terhadap anggaran serta terindikasi tindak pidana korupsi (Tipikor).

Loading...

loading...

Untuk itu, diharapkan kepada aparat penegak hukum baik Kepolisian (Polres Basel) maupun Kejaksaan (Kejari Basel) agar dapat menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di Desa Penutuk. Demikian hal ini disampaikan Erdi dan Jumli kepada wartawan, Senin (4/2/2019) kemarin di Cafe Eon Toboali.

“Kami menilai dalam penggunaan dan pengelolaan APBDes Penutuk tahun 2017, fiktif. Sebab, ada sebagian kegiatan pembangunan yang alokasi anggarannya dianggarkan oleh Pemdes (Pemerintahan Desa) Penutuk melalui APBDes. Tapi fakta yang terjadi anggaran itu tidak sepenuhnya terealisasi alias tidak digunakan sebagaimana mestinya,” jelas Erdi dan Jumli yang merupakan mantan Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan dan Kepala Dusun (Kadus) I Desa Penutuk.

Komentar

BERITA LAINNYA