oleh

RZWP3K, Apa itu Anakku?

ADALAH fakta yang tak dapat disangkal, hingga saat ini perekonomian Povinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tak bisa –atau dengan bahasa sedikit lebih halus– sampai saat ini ‘belum bisa’ lepas dari pertambangan.

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Harian Babel Pos Grup —

Loading...

RENCANA Zona Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) yang tengan digodong oleh DPRD Provinsi yang sekarang yang boleh dikatakan di penghujung jabatan mereka, yang semula anteng-anteng saja ternyata akhirnya muncul juga pihak-pihak yang tak sependapat.

Pihak pertama yanng menyatakan sikap adalah Ikatan Karyawan Timah (IKT) PT Timah yang dikomandoi ketuanya Fauzi Trisana SE, MBA.

”Kami menyatakan sikap agar IUP perusahaan kami tetap utuh secara keseluruhan dan tidak dihilangkan dalam penyusunan kerangka RZWP3K. Bagaimanapun kami adalah adalah bagian dari masyarakat Bangka Belitung,” ujar pria kelahiran Pangkalpinang 12 Februari 1977.

IKT adalah representasi dari karyawan PT Timah sekaligus bagian dari masyarakat Babel juga.
Penetapan RZWP3K idealnya harus berujung pada keteraturan antar sektor pembangunan daerah menuju ke arah yang lebih baik, bukan sebaliknya. Dalam artian, pembangunan itu harus menyeluruh dan untuk kepentingan seluruh masyarakat. Bukan ada yang justru hilang, sementara sisi yang lain juga belum tentu menghasilkan yang lebih baik,” tukasnya.

***

BERIKUTNYA, ternyata tak hanya IKT.
Belakangan muncul diantaranya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi penambang Belitung Timur dan Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (Astrada) hingga nelayan Bangka Barat (Babar).

Komentar

BERITA LAINNYA