oleh

Riki: Segalanya Telah Kami Korbankan Agar Taqy Bisa Melihat Normal

*Cegah Campak dan Rubella, Sehatkan Anak Babel
BERAT sekali bagi Riki Valentino (33th) harus hidup terpisah atap dengan istri tercinta Diela Hasan (28th) dan bayinya Muhammad Taqy Latif ( 10 bulan). Warga Kampung Baru Keranggan Atas Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Bangka Belitung ini terpaksa mengurus sendiri anak pertama mereka di Kota Muntok. Keluarga muda ini terpaksa berpisah atap sejak 8 bulan lalu demi pengobatan Muhammad Taqy Latif di Rumah Sakit Pelni Jakarta.

Bayi Taqy didiagnosa dokter positif mengidap penyakit sindrom rubella contingental sejak lahir. Akibat penyakit ini bayi Taqy butuh penanganan intensif oleh dokter spesialis anak, sebab jika terlambat bisa menyebabkan kebutaan permanent, potensi jantung bocor.

Loading...

loading...

“Segalanya kami korbankan demi kesembuhan anak kami Taqy, mulai dari keluarga, biaya, mental. Kasihan dia masih bayi tapi sudah mengidap penyakit rubella seperti itu. Makanya terhadap kakaknya yang sekarang umur 5 tahun, begitu ada kegiatan vaksin campak dan rubella di sekolah, anak saya itu lah yang pertama kali diimunisasi di sekolahnya. Karena memang belajar dari semua kejadian yang kami hadapi, lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi jangan ragu lagi untuk divaksin campak dan rubella,” ujar Riki saat diwawancara Babel Pos, Selasa (16/10) kemarin.

Riki mengaku tak menyangka jika putra keduanya Taqy harus menderita akibat katarak congningental. Kejadiannya berawal tahun 2017 lalu. Salah satu dari adiknya pergi ke salah satu rumah sakit di Muntok guna menjengkuk temannya yang sedang sakit, namun begitu pulang ke rumah mulai merasakan aneh, yakni suhu tubuh meningkat (panas), terasa ngilu di sekujur tubuh disertai timbul ruam-ruam kemerahan layaknya terkena alergi termasuk hingga mengenai bagian wajahnya. Kondisi membuat sang adik tak bisa beraktivitas selama satu minggu dan hanya beristirahat di kamar.

Komentar

BERITA LAINNYA