oleh

Ratusan Nelayan Teluk Kelabat Beraksi Lagi?

*Ayub: Kami Tak Mengkhianati Nelayan
SEKITAR pukul 10.00 WIB, kemarin (18/3), ratusan nelayan yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pesisir dan Nelayan Teluk Kelabat, mendatangi Kantor Unit penambangan laut Bangka Di Kecamatan Belinyu sambil meneriakan yel yel lagu perjuangan.

——————–

MASSA yang terhadang di pintu masuk lalu mendobrak pintu gerbang yang dijaga pihak keamanan dengan tetap sambil berorasi dan membawa spanduk.

Dengan teriakan minta agar PT Timah mencabut Surat Perintah Kerja (SPK) aktivitas penambangan Ponton Isap Produksi (PIP) yang ada di Pantai Wisata Romodong. Massa dimotori juru orasi dari UBB Uup, Aldo dan Alvis mengajak massa untuk dalam barisan dan tidak membubarkan diri sebelum ada keputusan pasti dari PT Timah atas tuntutan mereka.

Tak lama, Kepala Penambangan Laut Bangka, Ali Samsuri menemui massa sambil mendengar tuntutan para nelayan.

Menanggapi tuntutan nelayan, Ali mengatakan, sebelum ada kejelasan terkait zonasi yang saat ini masih dalam proses, pihak PT Timah tidak akan mencabut Izin karena tidak ada dasar untuk menghentikannya. PIP yang ada di laut Romodong hanya ada 3 unit sementara di laut Semulut ratusan ponton.

”Kenapa tidak ditolak, di sini hadir perwakilan dari Bangka Barat, malah menolak yang 3 unit di Romodong,” ujar Ali heran.

”Kegiatan penambangan yang kita lakukan sudah sesuai prosudur sebelum tidak ada penolakan untuk ponton isap yang ada penolakan itu terkait kapal isap,” terang Ali.

Komentar

BERITA LAINNYA