oleh

PT. TIMAH Tbk dan Pahlawan Nasional

Oleh: AHMADI SOFYAN – Penulis Buku / Pemerhati Sosial —

TAK bisa dipungkiri, peran masyarakat, tokoh, para pemuda, organisasi, mahasiswa, penulis sejarah, dan para inisiator terhadap pengajuan Depati Amir dan HAS. Hananjoedin menjadi Pahlawan Nasional tidak lepas dari peran besar dan komitmen jajaran petinggi PT. Timah Tbk. terhadap Bangka Belitung

loading...

—————

KEBERADAAN sosok pahlawan nasional dari sebuah daerah bukan sekedar prestise (wibawa/kebanggaan/kehormatan) semata, tapi ia memiliki nilai nasionalisme sebuah daerah serta menjadi pendidikan penting bagi generasi di daerah tersebut.

Oleh karenanya perjuangan banyak elemen masyarakat dan pemerintah terhadap pengajuan Pahlawan Nasional dari daerah Bangka Belitung patut diapreasiasi. Hal ini dibuktikan dengan maraknya tema pahlawan nasional Depati Amir dan HAS Hananjoedin dalam karnval Agustuan beberapa waktu lalu.

Berkas pahlawan nasional yang diajukan dari Bangka Belitung dinyatakan lengkap oleh pemerintah pusat. Artinya tinggal selangkah lagi, Negeri Serumpun Sebalai akan memiliki putra daerah yang diakui sebagai pahlawan nasional. Tentunya ini sebuah kebanggan luar biasa dan penting untuk dicatat dalam salah satu sejarah penting perjalanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam catatan saya pribadi, tanpa mengurangi peran dan jasa para inisiator dan organisasi serta pemerintah, saya melihat seriusnya perjuangan pengajuan Pahlawan Nasional dari Bangka Belitung tidak lepas dari komitmen tinggi para petinggi di PT. Timah Tbk. saat ini. Tak bermaksud menjilat atau memuji, toh saya tak pernah ada hubungan apapun dengan PT. Timah Tbk, tak ada hubungan kerja dan mereka juga tak kenal saya. Tapi saya melihat ada peran penting PT. Timah Tbk. yang patut kita apresiasi.

Berbagai rapat dan pertemuan serta melengkapi persyaratan dilakukan oleh M. Reza Pahlevi selaku Dirut PT. Timah Tbk bersama para inisiator pengajuan pahlawan nasional dari Bangka Belitung. Saya melihat kerja maksimal tanpa gaji dan dana yang memadai juga dilakukan seorang anak muda bernama Ali Usman serta sejarawan Bangka Belitung sekaligus penulis buku sejarah, Akhmad Elvian. Untuk kedua orang ini saya pribadi angkat topi dan sangat mengapresiasi. Kalau boleh mengajukan, keduanya harus diberikan penghargaan dan apresiasi dari Pemerintah dan mungkin juga PT. Timah Tbk.

Komentar

BERITA LAINNYA