oleh

Politik, Martabak dan Sungkok Resam

Oleh: AHMADI SOFYAN – Penulis Buku / Pemerhati Sosial
POLITIK itu asyik dan menggelitik, manis bagaikan martabak Bangka. Dalam Politik tak mesti terbuka, tapi juga tak bisa tertutup, kurang lebih diibaratkan penutup kepala masyarakat Melayu Pulau Bangka, Sungkok Resam.

————

loading...

TAHUN Politik, begitulah kita menyebut akhir 2018 dan 2019 ini. Hiruk pikuk dan riuh menjemput bagaikan nyanyian burung menyambut pagi. Kadang menghanyut syahdu ditengah kesunyian bagaikan gemericik air mengalir. Tak jarang menerpa bagaikan angin puting beliung.

Janji-janji manis menyeruak dari setiap lidah para kandidat guna meraih kekuasaan untuk 5 tahun mendatang. Politik tanpa janji-janji manis rasanya susah disebut dengan politik. Semakin besar ambisi, semakin banyak pula tebaran janji-janji manis yang kadangkala mengalahkan martabak manis masyarakat Pulau Bangka.

Martabak manis, makanan khas Bangka Belitung ini bernama asli Hok Lo Pan atau dikenal juga dengan nama Pan De Kok. Makanan asli orang Hakka (Khek) di Bangka Belitung ini sudah menjadi salah satu ikon kuliner Bangka.

Rasanya yang manis dengan berpaduan gula dan susu ini mengingatkan saya akan janji-janji manis para kandidat dalam pertarungan Pilkada. Maklumlah, menjelang tahun politik seperti sekarang ini, bermunculan dimana-mana “martabak-martabak manis” dari para kandidat dan timses. Sedangkan rakyat yang kebanyakan menelan “martabak manis bikininan” kandidat, bisa jadi darah tinggi, alias pusing kepala sendiri.

Tapi begitulah, perebutan kekuasaan tanpa janji-janji manis nampaknya kurang cerita dan seperti tak lengkap keberadaannya. Oleh karenanya tinggal bagaimana tehnik melahap sekaligus menelannya. Kalau tidak, pacak “kebengkel” alias “keselek”.

Komentar

BERITA LAINNYA