oleh

Pesan MUI Babel: Memilih Pemimpin itu Wajib

DEWAN Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel, Muhammad Zayadi mendorong seluruh elemen umat Islam khususnya untuk menjaga situasi agar tetap aman, damai dan terbangun suasana kehidupan yang penuh harmoni.
——–
”SEBAGAIMANA hasil ijtima Komisi Fatwa se-Indonesia tahun 2009, bahwa memilih pemimpin menurut ajaran Islam adalah kewajiban untuk meneggakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama,” sebut Zayadi yang dalam kesempatan ini  juga sekaligus menyampaikan sebagaimana isi surat yang disampaikan oleh  Sekretaris  Jenderal Dewan Pimpinan MUI, Sholahudin Al-Aiyub terkait  Tausiah MUI Menghadapi Pilkada Serentak, 15 Februari 2017.

“Ada beberapa ketentuan yang juga tak boleh dilupakan oleh seorang muslim khususnya dalam hal menggunakan hak pilihnya. Yakni, umat Islam wajib memilih pemimpin yang beriman, bertaqwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tablig), mempunyai kemampuan (fathonah) dan memperjuangkan kepentingan umat Islam,” dorongnya.

loading...

Kepada seluruh umat Islam yang sedang belajar di pesantren/perguruan tinggi atau bekerja di luar tempat asalnya untuk dapat meminta izin pulang ke  daerah asalnya guna menunaikan hak pilihnya sebagai wujud tanggung jawab berbangsa dan bernegara.

“MUI juga mengajak segenap umat Islam untuk bermunajat memohon kepada Allah SWT agar semua proses Pilkada serentak bisa terlaksana secara jujur, adil, aman dan damai serta menghasilkan pemimpin-pemimpin yang takut hanya kepada Allah dan berjuang sepenuh tenaga untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil dan makmur dalam lindungan Allah SWT (Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur),” ajak M.Zayadi yang juga masih aktif menjabat Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Syaikh Abdurrahman Siddiq (STAIN SAS ) Babel ini.(lya)

Komentar

BERITA LAINNYA