oleh

Ngulon

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku/Pemerhati Sosial Budaya

PEMIMPIN yang tidak merangkul dan memanfaatkan potensi anak-anak muda adalah pemimpin yang terlambat menjadi memimpin dan tidak akan meninggalkan sejarah, apalagi inspirasi.

Loading...

loading...

—————–

BEBERAPA hari ini, beberapa komunitas baik kelompok anak muda maupun kelompok orang yang sudah jauh lebih tua, sering mengajak diskusi ringan kepada saya. selain mengenai lingkungan, budaya dan sosial, salah satu diskusi yang menarik bagi saya adalah mengenai kepemimpinan masa kini. Kepada mereka saya sampaikan bahwa pemimpin itu selain ia memiliki karakter tersendiri, namun ia harus menyesuaikan dengan zaman dan kehidupan sosial serta budaya masyarakat yang dipimpin.

Karena dalam kepemimpinan tidak hanya dibutuhkan konsep dari otak sang pemimpin yang harus selalu menemukan ide dan formula permasalahan, tapi juga strategi dan kemampuan merangkul serta memanfaatkan potensi anak-anak muda. Selain itu, seorang pemimpin adalah orang yang selalu menebar inspirasi dimana pun ia berada dan apapun yang ia lakukan serta katakan. Seorang pemimpin itu adalah Inspirator, Komunikator, dan Fasilitator bagi rakyat yang ia pimpin.

Kepemimpinan masa kini harusnya jauh berbeda dengan kepemimpinan masa puluhan tahun silam yang cenderung sekedar menjadi Pejabat, bukan pemimpin. Karena antara pejabat dan pemimpin memiliki perbedaan yang mendasar dari mulai gaya, watak atau karakter serta cara penyelesaian masalah. Ada orang yang tidak memiliki jabatan apapun, tapi karakter dan kehidupannya dijadikan pemimpin oleh lingkungannya. Dimana pun ia berada dan apapun yang ia lakukan, selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Komentar

BERITA LAINNYA