oleh

Nah!. Imigrasi ‘Bebaskan’ KIP

*Iqbal: Bukan Murni Kesalahan Perusahaan
MESKIPUN deportasi 39 pekerja warga negara asing (WNA) sebagai bukti nyata terjadinya pelanggaran, namun pihak Imigrasi Kelas 1 Pangkalpinang justru terkesan ‘menyelamatkan’ 14 Kapal Isap Produksi (KIP), yang telah mempekerjakan mereka.

——————

loading...

KEPALA Kantor Imigrasi Kelas 1 Pangkalpinang, Mas Ari Yuliansa Dwi Putra melalui Kasubsi Teknologi Kanim, Iqbal Rifai, Rabu (05/12) menyebutkan, pihak perusahaan pejamin sekaligus pemilik kapal tidak terbukti melakukan pelanggaran, tapi itu lebih berkaitan dengan masalah rekomendasi yang sesuai dengan aturan Direktorat Jenderal Perhubungan. Sehingga pihak perusahaan juga merasa ‘sudah beres’ di Dirjen Perhubungan Lautnya. ”Sehingga kami tidak bisa menyalahkan perusahaan karena mereka memang hanya melakukan pelanggaran administrasi saja, bukan tindak pidana keimigrasian. Ada penyalahgunaan jabatan, tapi ini bukan kesalahan murni dari pihak perusahaan,” kata Iqbal.

Iqbal juga menilai, kalaupun dikemudian waktu ditemukan permasalahan lain termasuk soal izin operasi kapal dan sebagainya, ia mengaku menyerahkan urusan tersebut kepada pihak instansi yang berwenang seperti Disnaker ataupun Dinas Pertambangan dan Energi Bangka Belitung. Pihak-pihak inilah yang seharusnya berkoordinasi langsung dengan Dirjen Perhubungan Laut. Karena hal ini juga menyangkut izin operasi kapal, sedangkan Imigrasi hanya menyangkut masalah keimigrasian saja.

“Kalau kita Imigrasi kan hanya menyangkut izin keimigrasiannya doang dan sejauh ini memang belum ada koordinasi yang dilakukan oleh pihak Disnaker dengan Imigrasi Kelas I Pangkalpinang, tapi nanti kalau mereka minta data pasti kita kasih, kemarin juga orang Disnaker melakukan operasi sama kita juga dalam hal ini. “Ya memang dari pihak perusahaan penjamin dan pemilik 14 KIP ini, hanya ada beberapa orang saja yang dipanggil, karena mereka kan ada yang 1 orang punya 2 atau 3 kapal, jadi tidak berarti ada 14 orang pemilik KIP tersebut,” ulas Iqbal lagi.

Komentar

BERITA LAINNYA