oleh

MUI Turun Lapangan Dukung Program IMR

*Wagub Ajak Masyarakat Lawan Rubella
Babelpos.co  PANGKALPINANG – Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (MUI Babel), Ahmad Lutfhi mengaku bahwa pihaknya akan selalu siap mendukung dan mendampingi pelaksanaan program Imunisasi Measles Rubella (IMR) di sekolah-sekolah maupun masyarakat. MUI sekalian mensosialisasi fatwa MUI nomor 33 tahun 2018, sehingga pemahaman masyarakat tentang bahaya virus rubella ini akan semakin lebih baik dan jelas.

“Selama ini masih ada masyarakat yang menerima informasi setengah-setengah, karena itu perlu disampaikan dengan cara baik-baik, bersama-sama dengan Dinkes dan Pukesmas sebagai ujung tombaknya supaya masyarakat pun mudah mencernanya dan tak terjadi permasalahan yang tak diinginkan,” kata dia saat kegiatan Koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Kampanye IMR di Babel, berlangsung di Sun Hotel Pangkalpinang, Rabu (17/10).

Lanjut Luthfi, pihaknya ikut turun ke lapangan bersama dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk sosialisasi kampanye IMR dari segi moral dan keagamaan. Mereka mendampingi pihak dinas kesehatan yang mensosialisasikan hal-hal secara medis. Demikian pula dengan pihak Pukesmas akan bertugas melakukan vaksinasi.

“Karena rubella adalah penyakit berbahaya, sehingga karena berbahaya itulah sebabnya harus dicegah. Dan, hukum mencegah dan menghilangkan penyakit dalam Islam adalah wajib,” ujarnya.

“Untuk mencegah rubella adalah wajib agar orang-orang di sekitar kita atau anak kita kebal dari rubella, maka harus ada solusinya dan satu-satunya adalah lewat imunisasi MR, karena sampai sekarang belum ada alternatif lainnya,” tambah pria yang akrab disapa Ustadz Lutfhi ini.

Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah yang juga hadir, mengajak semua komponen masyarakat bisa mencontoh dan menghormati para founding father (bapak pendiri) negara ini sekitar tahun 1965. Mereka tidak saja telah membuktikan perjuanganya dalam membebaskan negara ini dari tangan penjajah melainkan mereka juga ikut memikirkan bagaimana jauh ke depan untuk menghadirkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, kuat dan memiliki daya saing. Karena dengan penduduk yang sehat dan memiliki daya saing, maka akan membawa nama baik negara. Apalagi pada sekitaran tahun 1965 tersebut juga terjadi wabah penyakit seperti, centri, kolera, malaria dan tuberkolosis.

Komentar

BERITA LAINNYA