oleh

Melati Erzaldi: Jangan Cepat – cepat Suruh Anak Nikah

KETUA TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hj. Melati Erzaldi, Senin (25/6/2018), menjadi Narasumber dalam Kegiatan Sosialisasi Media Penyiapan Generasi Emas Sesuai Kearifan Lokal yang diadakan oleh Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Babel, di Desa Simpang Tiga Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat.

Desa Simpang tiga ini, merupakan salah satu dari 10 desa yang diadakan kegiatan sosialisasi di Bangka Barat.
Dalam paparannya, Ketua TP PKK Babel menyampaikan materi dengan tema “Ayo Responsif Stunting dan optimalkan 1000 hari pertama kehidupan”.

loading...

Dalam materi itu, dijelaskannya, saat ini berdasarkan data di Kabupaten Bangka Barat dari data Stunting yang mencapai 5999 di tahun 2013, di tahun 2018 sudah turun menjadi 610. Namun, hal itu menurutnya, masih dirasa cukup tinggi, oleh sebab itu kegiatan ini merupakan kegiatan “keroyokan” bersama – sama mengatasi hal ini.

Dikatakannya, masalah stunting ini bisa diatasi mana kala masyarakat, khususnya ibu- ibu juga peduli akan hal ini.
Stunting, dipaparkan Melati, adalah masalah gizi yang cukup signifikan terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan Anak, baik dari dalam kandungan hingga 2 tahun.

Penyebab Stunting, ditegaskan Melati, selain dikarenakan tidak paham terhadap dirinya, tidak paham bahwa dirinya harus makan-makanan Bergizi, Vitamin atau tidak pernah memeriksakan Kandungannya ke Posyandu pada Ibu Hamil terutama, sesuai dengan data masalah stunting ini juga diakibatkan salah satunya adalah oleh karena Pernikahan Dini.

Melati berharap, mulai dari sekarang tidak ada Pernikahan Dini di Desa ini. “Kepada orang tua jangan cepat – cepat menyuruh anak menikah, biarkan mereka mengejar cita – citanya terlebih dahulu,” imbau Melati.

Selain itu, Melati juga menjelaskan hubungan antara Program Tim Penggerak PKK dengan stunting dan 1000 HPK. TP PKK yang merupakan Gerakan Nasional dalam Pembangunan Masyarakat dan pemberdayaan keluarga, melalui 10 program Pokok PKK dan Pokja pokja yang yang ada di dalamnya, punya peran masing-masing terhadap 1000 HPK dan penanganan Stubting ini.

Melati berharap ke depan di Bangka Barat Zero Stunting, sehingga generasi menjadi kuat,dan negara juga menjadi kuat.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Etna Estalita, yang juga menjadi Narasumber pada Kegiatan itu menjelaskan, sebanyak 159 juta anak stunting di seluruh Indonesia. Dan hal itu menjadikan Indonesia termasuk dalam 17 negara yang mengalami beban ganda permasalahan gizi sesuai data Global Nutrision pada 2004.

Yang dilakukan untuk mengatasi hal itu, menurut dia, adalah melalui Intervensi gizi spesifik oleh Dinas Kesehatan dan Intervensi Gizi sensitif melalui pengarus utamaan pembangunan gizi pada lintas sektor.

Juga telah dilaksanakan percepatan perbaikan gizi dalam berbagai komitmen baik global dan nasional.
“BKKBN melalui kegiatan ini berupaya untuk menekan dan mengatasi masalah Stunting ini dengan Tuntas,” imbuhnya.

Hadir juga pada kegiatan ini, Kepala Dinas DP2CKB Bangka Barat Ismail, Camat Simpang Teritip, Sumardi, Kades Simpang Tiga, Anggota TP PKK Babel, Anggota TP PKK Bangka Barat, Petugas Penyuluh KB, serta 40 peserta yang mengikuti kegiatan ini. (*)

Komentar

BERITA LAINNYA