oleh

Massa Sebut Ada “Fir’aun”, Tetap akan Melawan Kezaliman

Babelpos.co SUNGAILIAT – Massa unjuk rasa menuntut dengan sejumlah spanduk dan pengeras suara memulai aksi dengan berjalan kaki dari Masjid Agung ke Pengadilan Negeri Sungailiat, Kamis (27/11/2018). Sambil meneriakkan orasi tuntutan, perjalanan massa dikawal pihak kepolisian yang yang aksinya menyita perhatian masyarakat.

Massa kemudian berorasi di jalan depan Pengadilan Negeri Sungailiat karena tidak diperkenankan masuk ke halaman pengadilan. Tampak di dalam Pengadilan Negeri Sungailiat pengamanan dilakukan juga oleh pengamanan dalam Pengadilan Negeri Sungailiat serta pihak TNI.

loading...

Salah satu orator Ardi Pangeran dari Pemuda Abdi Bangsa mengatakan, ada “Firaun” masa kini yang jumlahnya lebih banyak. Hal ini salah satunya penjajahan investasi asing yang melakukan perampasan hak petani plasma dalam hal ini PT Thep.

“‘Fir’aun’ banyak masa kini, kita lihat fir’aunnya adalah yang tak senang dengan aksi kita. Kita mengalami penjajahan milenial, antek aseng berkuasa,” kata Ardi.

Sementara itu, Asmawi dari KPKS Meranti Plasma meminta pihak pengadilan bertindak keadilan dan mengembalikan hak-hak petani. Pihaknya akan melawan kezaliman dan rekayasa hukum yang tak berpihak ke masyarakat.

“Cam kan itu, kami akan lawan,” sebut Asmawi yang diiyakan massa lainnya.

Massa kemudian mendesak pihak pengadilan untuk keluar menemui pengunjuk rasa yang belum tampak keluar menemui massa setelah hampir 30 menit berorasi. (trh)

Komentar

BERITA LAINNYA