oleh

Maruli Hutagalung Dituntut Keluar dari Jawa Timur

SURABAYA – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur gerah dengan tak jelasnya penanganan sejumlah kasus korupsi oleh Kejaksaan Tinggi Jatim.

Jumat (16/12) kemarin, MAKI menggelar demonstrasi di depan markas jaksa yang terletak di Jalan A. Yani, Surabaya itu.

loading...

Ada dua tuntutan utama yang dibawa dalam aksi tersebut. Pertama, berbagai kasus diungkap secara transparan. Kedua, Kejati Jatim Maruli Hutagalung mundur dari jabatannya dan keluar dari Jatim. ”Itu sebagai pertanggungjawaban moral. Anak buahnya ada yang tertangkap tangan memeras, tapi dia tenang-tenang saja,” ujar Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo.

Dua tuntutan itu berkaitan. Sebab, salah satu kasus yang belum terang benderang terkait dengan jaksa Ahmad Fauzi. MAKI yakin bahwa Fauzi hanya tukang petik uang hasil memeras sebesar Rp 1,5 miliar. Jadi, ada pengepul petikan tersebut. Nah, siapa atasan yang bermain juga harus dibuka.

Karena itulah, MAKI akan mengawal sidang Ahmad Fauzi yang direncanakan digelar Selasa (20/12). Dia yakin, karena berada di ujung tanduk, Fauzi akan mau buka-bukaan atas perkara yang membelitnya. ”Apa yang dilakukan Fauzi itu terstruktur dalam tim. Pasti ada pengepulnya,” imbuh Heru.

Kalaupun Maruli harus mundur dan angkat kaki dari Jatim, hal itu tidak menghilangkan perannya jika pengadilan mampu membuktikan. Apa pun statusnya, Maruli bisa diseret ke pengadilan jika terbukti terlibat. ”Ujung masalahnya ada pada kasus Fauzi. Pintu masuk untuk membuka siapa saja yang terlibat,” terangnya.

Desakan agar Maruli mundur diteriakkan para demonstran dari atas truk. Melalui pengeras suara, orator mengaku sedih dengan kondisi Kejati Jatim. Di lembaga yang seharusnya bisa dipercaya untuk memberantas korupsi itu, salah satu jaksanya justru melakukan pemerasan supaya terperiksa tidak dijadikan tersangka.

”Menyedihkan, ada konspirasi di dalam instansi yang seharusnya dipercaya memberantas korupsi. Tetapi, ada banyak kasus korupsi yang tidak jelas ujungnya,” teriak orator. 

Komentar

BERITA LAINNYA