oleh

Lapor Pak Wali, di Pasar Pagi Ada Pungli Lho..

*Nasib Pedagang, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
*UPT Pasar Sebut Banyak Pedagang Tak Bayar Sewa Lapak
*Pedagang: Kemana Larinya Duit yang Kita Bayar itu?
*Sewa Lapak Dipungut Oknum
*Kadiskop UMKM dan Perdagangan dan Kepala UPT Pasar Ngaku Tak Tahu

LAPOR Pak Wali, beginilah Pasar Pagi. Nasib pedagang bak sudah jatuh tertimpa tangga. Ini dialami sebagian pedagang di Pasar Pagi Pangkalpinang. Bagaimana tidak? Meski merasa sudah membayar sewa lapak, namun oleh UPT Pasar Pangkalpinang, para pedagang tetap dituding belum membayar sejak satu hingga dua tahun terakhir.

loading...

——————

NAMUN usut punya usut, ternyata sebagian para pedagang tersebut membayar sewa lapak kepada salah satu oknum juru pungut yang diduga kini sudah tidak bekerja lagi di UPT Pasar Pangkalpinang.

Ironisnya lagi, diduga juga ada praktek pungutan liar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Hal ini terungkap setelah Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, UPT Pasar Pangkalpinang dan Satpol PP Pangkalpinang melakukan penertiban terhadap para pedagang yang tidak membayar sewa lapak yang menempati lantai bawah Pasar Pagi, kemarin pagi (31/1).

Saat ditagih para petugas, beberapa pedagang merasa tidak terima. Sebab, pedagang merasa sudah membayar sewa lapak termasuk retribusi pasar. Suasana semakin ricuh karena petugas membongkar lapak. Hal itu membuat para pedagang semakin emosi.

“Apa salah kami? Kami sudah membayar sewa lapak, kenapa dibilang belum membayar, bahkan kita sudah bayar dua tahun sekaligus,” ungkap Fajariah (44) pedagang tempe dengan nada kesal.

Komentar

BERITA LAINNYA