oleh

Komisi I Kritisi Atas Pindahnya ASN Keluar Daerah

TOBOALI – Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengkritisi atas pindahnya sejumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemkab setempat ke luar daerah seperti ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov). Pasalnya, hal itu berimbas besar terhadap jalannya roda pemerintahan Basel.

Selain itu, menjadi tanda tanya dan pertanyaan atas kebijakan apa yang mendasari dalam memberikan ijin untuk pindah tersebut. Sedangkan Pemkab Basel sendiri kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Loading...

“Satu tahun terakhir ini sangat banyak pegawai ASN yang cukup memiliki kualitas selama ini menjalankan roda pemerintahan Bangka Selatan malah hengkang (pindah_red) yaitu Yan Rizana (Sekretaris Bappeda), Eddy Supriadi (Kepala Dindikbud) dan Suprayitno (Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa),” kata Sekretaris Komisi I, Samsir.

Politisi PKS itu, menilai sampai saat ini pada analisa grand design kebutuhan pegawai ASN di Bangka Selatan sebesar 1.421 orang dan memiliki honorer yang luar biasa lebih kurang 2.900 orang.

“Ini sudah tidak sehat dan tidak seimbang antara kekurangan pegawai ASN dengan honorer yang diasumsikan menutupi kekurangan pegawai ASN tersebut,” jelas Samsir.

Komentar

BERITA LAINNYA