oleh

Kejari Basel Masih Merahasiakan Siapa Tersangka Kasus Anggaran Mamin

*Safrianto: Masih Dalam Proses Perhitungan KN Oleh BPKP

Babelpos.co  TOBOALI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan masih merahasiakan siapa saja tersangka yang terjerat dalam perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) anggaran belanja makanan dan minuman (Mamin) untuk kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran, serta anggaran belanja Mamin pada kegiatan fasilitasi kelancaran tugas Bupati dan Wakil Bupati Basel 2017 lalu.

loading...

Dalam dugaan perkara ini, berdasarkan perhitungan sementara tim penyidik Kejari Basel menemukan kerugian negara lebih dari Rp 1,5 miliar dari total anggaran sebesar Rp 3,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk 2 item kegiatan dengan rincian untuk anggaran Mamin di kantor sekretariat daerah (Setda) sebesar Rp 2,3 miliar terserap semua, sedangkan anggaran Mamin Bupati dan Wakil Bupati sebesar Rp 1,6 miliar hanya terserap Rp 450 juta.
Selain itu, dalam perkara ini pejabat di lingkungan Pemkab Basel terutama Sekretaris Daerah (Sekda), Suwandi dan sejumlah pegawai di kantor Setda juga telah dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik Kejari.

“Saat ini masih dalam proses perhitungan KN (Kerugian Negara) oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Selatan, Safrianto Zuriat Putra kepada babelpos.co, Rabu (10/10/2018) siang.

Namun disinggung apakah sudah ada tersangka dalam kasus tersebut? Ditegaskan Safrianto belum dilakukan penetapan tersangka dan masih dalam proses perhitungan kerugian negara oleh BPKP, jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Selatan, Safrianto Zuriat Putra menegaskan, surat perintah penyidikan (Sprindik) dugaan perkara Tipikor tersebut mulai resmi ditingkatkan ke penyidikan tertanggal 30 Juli 2018.

Komentar

BERITA LAINNYA