oleh

JT-610, Berimbai Aek Mata

Oleh: AHMADI SOPYAN – Penulis Buku/Pemerhati Sosial
TAK ADA yang lebih baik untuk kita lakukan selain do’a dan sholat gaib kepada seperadik-seperadik kita yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 beberapa hari lalu.

LAGI-LAGI musibah besar melanda bangsa Indonesia.Akhir-akhir ini musibah besar begitu cepat waktunya, kapal karam di Danau Toba, Gempa di Lombok, Tsunami di Palu Donggala dan Pesawat jatuh di perairan Karawang Jawa Barat.

loading...

Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Kota Pangkalpinang Bangka Belitung adalah berita pagi Senin (29/10/2018) yang sangat mengagetkan. Ribuan do’a dan harapan kita kumandangkan di mulut dan hati kala mendengar pesawat yang didalamnya ada 189 manusia. Mayoritas mereka itu adalah masyarkat Bangka Belitung yang pagi itu hendak segera pulang ke kampungnya.

Ditengah badan yang sedang dilanda “gelugud”, saya begitu kaget membaca salah satu berita dari group WA, bahwa dikabarkan pesawat Lion Air JT 610. Kepada isteri saya pun langsung meminta menyalakan televisi. Benar saja, sedang diberitakan bahwa pesawat menuju Pangkalpinang pagi itu kehilangan kontak dan belum ada kabar sama sekali.

Was-was, sedih, ketakutan, mulut terkatup, do’a dihati tiada henti, agar semuanya baik-baiknya. Pada akhirnya, kepastian itu datang. Ya, kepastian yang sangat tidak diharapkan adalah dikabarkan pesawat dipastikan jatuh dan puing-puingnya sudah ditemukan bersama serakan barang milik penumpang sekaligus beberapa organ tubuh yang tak lagi dikenali.

Komentar

BERITA LAINNYA