HISTORI

Bangka Dalam Kronik Revolusi Indonesia - Tahun 1948-1949 (Bagian Keempat)

akhmad Elvian COO1 - Bangka Dalam Kronik Revolusi Indonesia - Tahun 1948-1949 (Bagian Keempat)

Oleh: Akhmad Elvian - Sejarahwan Bangka --

PENGAKUAN kedaulatan oleh kerajaan Belanda atas Republik Indonesia diterima para pemimpin republik walaupun bentuk Negara Kesatuan yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 diubah dengan bentuk Negara Indonesia Serikat atau federasi dan Republik Indonesia adalah salah satu negara yang berada di dalamnya.

-------------

SETELAH Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, wilayah Republik Indonesia ditetapkan meliputi seluruh wilayah bekas jajahan Hindia Belanda atau bekas wilayah Nederlandsch Oost Indishe Archipelago atau yang di dalam laporan Dokuritsu Zyunbi Tyosa Kai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 17 Juli 1945 kepada Gunseikan Kakka merupakan wilayah Hindia Belanda Doeloe. Wilayah Nederlandsch Oost Indishe Archipelago atau wilayah Hindia Belanda Doeloe yang ditetapkan setelah kemerdekaan merupakan penyimpangan dari hasil musyawarah pada sidang BPUPKI tanggal 17 Juli 1945.

Musyawarah pada waktu itu menetapkan berdasarkan pemungutan suara, bahwa batas wilayah Negara Republik Indonesia yang nanti akan dibentuk yaitu Daerah Hindia Belanda ditambah dengan Malaya, Boerneo Oetara, Poertoegis Timoer, dan Papoea seluruhnya dengan poelau-poelau sekelilingnya.

Setelah ditandatanganinya Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tanggal 14 Desember 1949 dan berdasarkan konstitusi ini negara berbentuk federasi dan meliputi seluruh daerah Indonesia yaitu daerah bersama meliputi daerah-daerah seperti Jawa Tengah, Bangka, Belitung, Riau, Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Dayak Besar, Daerah Banjar, Kalimantan Tenggara dan Kalimantan Timur.

Laman: 1 2 3 4 5 6

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top