oleh

Hak Paten Muntok White Pepper

*Babel Banjir Dollar
Oleh : Safari Ans — Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung

”JIKA ada orang yang paling berjasa dalam memperjuangkan hak paten lada Bangka Belitung (Babel), maka orang itu bernama Dede Kusuma Edi Idris. Ia adalah Executive Director International Pepper Community (IPC).

loading...

Ia meminta forum komunikasi orang Babel yang berhimpun di PEKA (Peduli Kampung) mengurus paten lada Babel. Kefin M Azis selaku ketua PEKA mengajak Abang Husni, Sanny Suharli, Zachria Subagyo, Mashud Ahmad, Safari Ans, Syafruddin Saleh, Isnaedi, Rusman Rachim, Rolan Syah Raja Bungsu, dan Edwin Boer duduk bareng bahas masalah ini.

Bergulirlah perjuangan itu. Dan berhasil lada Babel dipatenkan dengan nama “Muntok White Pepper”. Lalu kini siapa yang pegang? Dan siapa yang punya? Dan untuk apa? Sebuah pertanyaan besar.”

——————-

SEBUAH fakta sejarah, tak bisa dilupakan begitu saja. Sejarah adalah sebuah proses perjalanan yang menentukan hidup masa yang akan datang. Tak mungkin masa kini apabila tidak ada perjuangan masa sebelumnya.

Tak mungkin ada hak paten lada Babel jika tidak diperjuangkan oleh anak-anak Babel yang cinta negeri serumpun sebalai. Memperjuangkan hak paten lada untuk Babel adalah perjuangan yang tidak berharap apa-apa.

Hanya ada kepuasan batin dan senang saja melihat hal itu sudah tercapai. Walau kini banyak pihak mengaku sebagai pahlawan kesiangan.

Ketika mengadakan rapat di kantor IPC di Jakarta, satu-satunya referensi yang bisa dipakai sebagai rujukan hanya buku “Mafia Lada” karangan penulis. Sebenarnya buku itu tadinya hanya sebagai laporan pertanggungjawaban penulis dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Lectura Belitung Makmur. Koperasi petani lada terbesar di dunia. Karena tidak ada koperasi petani lada saat itu (1999) beranggotakan 2.500 petani lada di 79 desa di Belitung.

Komentar

BERITA LAINNYA