oleh

Gubernur Wacanakan Stadion Baru untuk Babel United

*Mawang Diganti Tabun?
PANGKALPINANG – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menyambut baik hadirnya klub sepakbola Babel United yang akan berlaga di Liga 2 Indonesia. Babel United sejatinya merupakan duta Babel dalam memperkenalkan daerah melalui olahraga sepakbola.

“Tentunya ini (Babel United) akan menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Babel, dan memang sudah seharusnya kita memiliki suatu kesebelasan sepakbola yang kita banggakan untuk berlaga di luar.

loading...

Setiap bertanding, Babel United ikut mempromosikan Babel. Jadi bukan lagi icon, namun layaknya sebagai duta Bangka Belitung telah membawa nama baik Babel,” kata Erzaldi pekan kemarin.

Oleh karena itu, untuk menambah semangat Babel United dan juga masyaralat, Erzaldi memikirkan adanya pembangunan stadion yang representatif untuk Babel United.

“Tahub 2017 saya sudah merencanakan segera membangun stadion, karena stadion yang ada sekarang ini belum reprensentatif dan memenuhi syarat, tapi lagi-lagi gagal. Namun dengan adanya begini mungkin akan kita ulangi lagi niat kita (membangun stadion, red), dan akan kita bicarakan DPRD termasuk para sponsor yang akan membantu,” ungkapnya.

Lebih jauh, Erzaldi juga mengajak masyarakat Babel untuk mendorong kemajuan sepakbola khususnya untuk kesebelasan Babel United.

“Hal ini memang sudah lama kita tunggu. Jika misalnya, Babel United ini nanti sudah berbicara, tentunya dukungan dari masyarakat itu harus lebih tinggi. Kepada masyarakat kita berharap nanti kalau misalnya club ini bertanding. Maka, yuk kita mendukung untuk memberi semangat, karena ini kebanggaan kita,” tukasnya.

*Mawang Diganti Tabun
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman sepertinya kurang sreg dengan nama Mawang Militan yang menjadi sebutan para fans klub sepakbola Babel United. Kepada Babel Pos, Gubernur berharap para pendukung Babel United dapat mempertimbangkan lagi nama Mawang yang dinilainya masih berhubungan dengan nama makhluk halus yang dikenal di Pulau Bangka.
“Saran saya sih mending diganti dengan nama yang lebih baik lagi, tapi tidak mengurangi esensi dari ‘garangnya’ suatu kesebelasan. Bisa lebah atau bahasa Bangkanya itu Tabung atau bisa nama lainnya,” ujarnya pekan kemarin. (mg01)

Komentar

BERITA LAINNYA