oleh

Gemuk Tit Tit Tit

Oleh: Dahlan Iskan

SAYA tidak pilih-pilih taksi. Kali ini dapat taksi bising. Suara mesinnya keras. Suara tit tit tit nya tidak kunjung berhenti.

loading...

—————–

OH… Sopirnya gemuk sekali. Tidak bisa memasang sabuk pengaman. Lingkaran perutnya terlalu besar.
Saat taksi sudah hampir keluar bandara Cengkareng saya tidak tahan bising itu. Tit tit tit itu. Saya raihlah sabuk pengaman di dekat jendela itu. Dari arah tempat duduk belakang. “Tolong badannya maju dikit,” pinta saya ke sopir itu.

Sabuk pengaman itu saya susupkan di belakang punggungnya. Lalu saya tancapkan gespernya ke lubang pasangannya.

Bising tit tit tit pun hilang. “Apakah selalu tidak pasang sabuk pengaman seperti tadi? tanya saya.
“Iya pak. Tidak cukup,” jawabnya.
“Apakah penumpang tidak mengeluh bising?, tanya saya. “Tidak ada pak,” jawabnya. Nama sopir: Mansyur. Umur; 49 tahun.

Asal: Rangkasbitung. Banten. Berat badan: yang sekarang atau dulu?
“Sekarang berat badan saya 120 kg pak,” jawabnya.
“Dulu berapa?”
Seratus empat puluh enam kilogram pak,” jawabnya. Selama enam bulan terakhir berat badan Mansyur turun 26 kg.
Hebat sekali.

“Yang hebat isteri saya pak,” katanya.
Sang isteri lah yang terus merayunya. Agar mau ke dokter.
Isterinya juga asli Rangkasbitung. Penjaga toko di mall dekat Taman Anggrek Jakarta. Anak dua. Laki perempuan. Semua sekolah di Rangkasbitung.

Komentar

BERITA LAINNYA