oleh

Dituduh Palsukan Surat, Afuk Akui Semua Surat dari Mursahroni

Babelpos.co  SUNGAILIAT – Terdakwa perkara dugaan pemalsuan surat, Saiful Lim Nam Foek alias Afuk (82) mengaku hanya mendapatkan surat dari Mursahroni selaku terlapor dalam kasus yang naik ke meja hijau ini. Ia juga mengaku semua surat diberikan oleh Mursahroni yang sewaktu itu menjabat sebagai Lurah Sungailiat

“Waktu saya katakan saya gak mau beli, pak Mursahroni bilang, ‘Masa pak Saiful ga percaya sama saya, saya kan lurah. Semua surat saya buat sampai beres’,” kata Saiful dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa dan alat bukti di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, kemarin (20/3).

loading...

Surat yang diantarkan Mursahroni kepadanya kemudian diminta tandatangan dan ia melihat kondisi surat sudah ada gambar pistol. Selain surat pelepasan hak ada juga surat SKHUAT yang ia terima. Lalu surat yang ia tandatangani dalam bentuk surat asli pada akhirnya diserahkan ke PT. Timah untuk mengajukan izin tambang.

“Saya tandatangan surat asli, setelah ditandatangani saya kasih surat itu ke PT. Timah, aslinya ada di PT. Timah, baik surat pelepasan atas tanah maupun SKHUAT,” ujar Afuk.

Saat itu tanah yang ditawarkan Mursahroni kepadanya seluas 3,4 hektar lebih seharga Rp 6 juta lebih. Surat tersebut kemudian ia terima di rumah setelah diantar oleh Mursahroni. Selain membeli tanah dari Mursahroni ia juga membebaskan lahan di dekat lokasi tersebut untuk lahan tambang 114B dari PT. Timah Tbk.

“Selain beli dari Mursahroni, saya beli tanah 114B. Saya membebaskan lahan di tanah 114B yang ditawarkan PT. Timah karena ada tanam tumbuh. Waktu itu ditanya siapa yang sanggup bebaskan lahan itu, saya sanggup dan bebaskan lahan tersebut,” sebut Afuk.

Komentar

BERITA LAINNYA