oleh

Dewan Provinsi Kecam Keputusan MUI, Rio: Tak Perlu Bingung

*Azwari Helmi: Kalau Mengandung Babi Haram!
*Rio: Silahkan Masyarakat Memilih

Babelpos.co  PANGKALPINANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat telah menetapkan vaksin Measles Rubella (MR) untuk imunisasi campak Rubella haram karena mengandung unsur yang berasal dari babi, tapi boleh digunakan dalam kondisi terpaksa (darurat syariah). Namun, keputusan tersebut menuai kecaman Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel) dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Azwari Helmi.

loading...

Menurut dia, keputusan MUI tidak tegas. Dimana satu sisi mengharamkan vaksin MR, disisi lain memperbolehkan. “Mau itu vaksin atau apapun itu namanya, kalau sudah terbukti mengandung unsur dari babi, tidak ada kata lain, haram lah itu! Kan masih banyak cara lain. Di dunia ini bukan hanya babi yang bisa dijadikan vaksin,” ketus Azwari saat dijumpai Babel Pos di ruang kerjanya, Jumat (24/8).

Adanya alasan MUI memperbolehkan (mubah) vaksin MR karena dalam kondisi terdesak, Azwari lagi-lagi menekankan bahwa unsur babi dalam islam sudah jelas haram. “Tidak ada mubah-mubah, kalau mengandung babi itu haram. Jangan sesuatu yang haram dibuat mubah, MUI jangan bermain-main, harus tegas mengambil sikap,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah jangan terkesan memaksakan masyarakat untuk menggunakan vaksin lantaran alasan rugi atau alasan apapun. “Jangan gara-gara takut rugi banyak, karena sudah terlanjur beli banyak, lalu sesuatu yang haram diperbolehkan, itu jangan jadikan alasan. Namanya kita masyarakat mayoritas islam, jangan sampai dipaksakan! Karena vaksin dari unsur babi ini bukan satu-satunya, masih banyak cari yang lain,” tegasnya.

Polemik vaksin MR ini, sebut dia, tidak akan terjadi jika dari awal pemerintah pusat melakukan uji laboratorium terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli vaksin MR. “Kalau negara yang beli, itu resiko negara yang beli. Kenapa ini tidak diuji dari awal dulu?” tanya Azwari.

Ia juga mengingatkan pemerintah, khususnya pemerintah daerah di Babel maupun pihak sekolah agar jangan sampai melakukan intervensi penggunaan vaksin MR kepada masyarakat. “Ini sudah jelas, jangan ada paksaan. Jangan ada tekan menekan itu, kasih tahu loh ini yang benar,” pintanya.

Silahkan Memilih
Pro kontra pemberian vaksin Measles dan Rubella (MR) hingga kini juga masih terjadi di Kota Pangkalpinang. Sampai saat ini, tak sedikit para orang tua yang bingung terkait program pemerintah tersebut. Namun, Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady menyarankan agar masyarakat tak perlu bingung terhadap program ini. Katanya, bagi masyarakat yang masih ragu, tidak perlu memaksakan diri untuk memberikan vaksin tersebut untuk anaknya.

Komentar

BERITA LAINNYA