oleh

Aksan Keluhkan PAD Sektor Ikan Babel Kecil

*Kalah Dibanding Jakarta
PANGKALPINANG – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Aksan Visyawan mengeluhkan minimnya PAD (Pendapatan Asli Daerah) Babel dari sektor perikanan. Hal ini sangat disayangkan, mengingat Babel sebagai daerah kepulauan memiliki potensi perikanan yang sangat besar.

“Kita lihat di DKI (Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, red), PAD dari sektor perikanan yang mereka kumpulkan sampai Rp11 miliar per tahun, sedangkan di Babel terkesan belum dikelola maksimal oleh DKP, sangat minim. Harusnya kita lebih besar karena potensi kita lebih besar karena provinsi kepulauan, harusnya PAD kita lebih besar dibanding DKI,” keluh Aksan kepada Babelpos, Jumat (25/1).

Loading...

loading...

Untuk itu, Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu meminta DKP agar lebih bisa memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Babel. Contohnya, seperti yang dilakukan DKI, mereka yang membantu nelayan sangat maksimal walaupun lautnya sedikit. Hal ini pun berimbas pada PAD DKI yang dihasilkan besar.

“Bantuan nelayan harusnya lebih perlu diperhatikan khusus. Selama ini bantuan dari daerah minim pusat juga minim. Nelayan harusnya dibimbing dibantu dan diberdayakan maksimal Seharusnya fasilitas yang diberikan maksimal sehingga hasilnya juga bisa maksimal juga,” katanya.

Saat ini, ungkap Aksan, legislatif maupun eksekutif sedang menggenjot pembuatan Perda (Peraturan daerah) Pembangunan Industri Provinsi Babel. Perda ini ikut memprioritaskan industri sektor perikanan.

“Sedang digodok oleh eksekutif kepada kita, ada 4 skala prioritas, yakni pariwisata, pertambangan, pertanian dan perikanan. Jadi saya minta pengolahan hasil perikanan ini juga menjadi prioritas pembangunan pengembangan industri,” pungkasnya. (Fiz)

Komentar

BERITA LAINNYA