oleh

Air Mata Terus Tumpah di Bumi Serumpun Sebalai

AIR mata terus tumpah di Negeri Serumpun Sebalai, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Ini seiring dengan dikenalinya secara perlahan para korban Tragedi Lion Air rute Jakarta – Pangkalpinang, yang dapat ditebak dari 189 penumpang plus awak itu didominasi warga daerah ini.

——————

loading...

“KEMARIN, (9/11), kembali Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati mengidentifikasi 6 korban pesawat Lion Air JT 610. Diantaranya adalah pertama Muas Effendi (laki-laki) 57 tahun, teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA. Kedua atas nama Nurdiman (laki-laki) 46 tahun, teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA. Lalu yang ketiga Ambo Maliobone (laki-laki) 36 tahun, teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA,’’ ujar Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Musyafak.

Kemudian lanjut Musyafak korban yang keempat adalah atas nama Darwin Haryanto (laki-laki) 51 tahun, teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA. Kelima korban atas nama Fendi Kristanto (laki-laki) 46 tahun, teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA. Dan yang keenam korban atas nama Tiara Aurin Dani Indra (perempuan) 1,3 bulan, teridentifikasi melalui pemeriksaan medis dan sidik jari.

‘’Sehingga total korban yang sudah teridentifikasi sampai hari ini adalah 77 orang. Dengan perincian 57 korban berjenis kelamin laki-laki dan 20 korban berjenis kelamin perempuan,’’ ucapnya.

Para korban yang baru teridentifikasi tentu dinanti keluarga, kerabat, sahabat dan masyarakat daerah ini, sementara yang sudah tiba sebelumnya dimakamkan kemarin (9/11). Penantian dan pemakaman menjadi keseharian yang tak terhindarkan.

Komentar

BERITA LAINNYA