Istri dan ibu mertua sering kali tidak akur dengan baik, sehingga membuat sang pria terjebak di antara kedua pihak. Hal ini telah lama menjadi kenyataan di banyak pernikahan, tidak hanya di India tetapi juga di seluruh dunia. Ini juga menjadi jalur cerita utama dari banyak film dan acara, serta tema yang berulang dalam obrolan WhatsApp, pertemuan keluarga, dan thread Reddit.
Ketika dua perempuan yang memimpin kehidupan seorang laki-laki tidak akur, perpecahan di antara keduanya sering kali merupakan konsekuensi yang diharapkan. Ia diharapkan bersikap netral, namun netralitas sering kali tampak seperti pengkhianatan bagi kedua belah pihak. Dan akibat lainnya adalah seperti apa rumah tangga Beckham saat ini, sekilas apa yang dunia saksikan dengan serangan pedas Brooklyn Beckham terhadap keluarganya dan terutama terhadap ibunya, Victoria.
“Ini adalah sebuah kisah yang sudah lama ada, dan tidak ada seorang pun yang kebal terhadapnya, bahkan selebritis sekalipun. Ketika seorang anggota baru memasuki sebuah rumah tangga yang memiliki nilai dan tradisinya sendiri, hal itu tidak hanya menciptakan tekanan pada orang baru tersebut tetapi juga mengancam identitas anggota aslinya,” kata Ruchi Ruuh, pakar hubungan yang berbasis di Delhi.
Hal ini merupakan sebuah dinamika yang umum terjadi, terutama dalam budaya seperti India, di mana kedekatan emosional dengan orang tua sudah mendarah daging, dan segala sikap melepaskan diri dari hal tersebut dapat dianggap sebagai sikap tidak hormat.
Untuk kehidupan yang harmonis, hubungan pasangan dengan orang tua sangatlah penting. Mereka tidak perlu menjadi gel seperti sahabat, namun harus bisa diatur agar kehidupan sehari-hari tidak menjadi menyesakkan. Orang yang terjebak di tengah kemungkinan besar akan membawa rasa bersalah dan juga kehilangan rasa percaya diri saat mencoba memaksakan ketenangan di antara kedua pihak.
“Saya selalu mengatakan ini adalah salah satu tindakan penyeimbangan yang paling sulit dalam hubungan,” kata Chandni Tugnait, psikoterapis dan pendiri-direktur Gateway of Healing. “Kuncinya adalah jangan melelahkan diri sendiri dengan mencoba menenangkan kedua belah pihak sepanjang waktu, karena hal itu hanya akan menyebabkan kelelahan dan kebencian.”
Tujuannya bukan keharmonisan yang dipaksakan, tapi saling menghormati dan pengertian.
Namun Anda tidak harus selalu menjadi mediator atau empeng. Yakinkan ibu Anda bahwa Anda menghormati pandangannya, dan yakinkan juga pasangan Anda bahwa hubungan Anda tetap kuat meskipun ada ketegangan dalam keluarga.
Terkadang, mengurangi konflik langsung juga membantu. Jagalah pertemuan keluarga tetap singkat dan terstruktur, dan biarkan pasangan Anda berada di tempat yang membuat mereka merasa nyaman dan percaya diri. Bekerja dengan istri Anda sebagai sebuah tim, alih-alih memikul seluruh beban di pundak Anda, juga membantu. Hal ini membuat pasangan Anda merasa terlibat dan dihargai.
Ibu mertua seringkali merasa tidak aman ketika calon pengantin memasuki keluarga. Wanita yang pernah menjadi pusat emosi dalam kehidupan putranya mungkin merasakan perubahan peran tersebut.
Pendekatan yang lebih sehat adalah tetap selaras dengan pasangan Anda sekaligus menjaga hubungan baik dengan orang tua Anda. Bertindak terus-menerus sebagai mediator, penerjemah, atau pembawa perdamaian sering kali merugikan laki-laki dan bahkan mungkin memerlukan bantuan profesional.
Merasa terus-menerus terkoyak atau bersalah, tertekan untuk memilih antara orang tua atau pasangan, atau mengalami manipulasi emosional seperti ‘tinggalkan dia jika kamu mencintaiku’ adalah tanda-tanda bahwa situasi tersebut menjadi racun bagi Anda.
Anda mungkin harus menerima bahwa orang tua dan pasangan Anda mungkin tidak pernah sepenuhnya selaras. Yang penting adalah melindungi kedamaian Anda.
“Jika kesehatan mental, harga diri, atau fungsi sehari-hari Anda terpengaruh, inilah saatnya mencari bantuan profesional,” kata Chandni. “Terapi membantu memproses rasa bersalah, menetapkan batasan yang sehat, dan menavigasi loyalitas yang bertentangan tanpa kehilangan diri sendiri.”
Namun, jika situasi masih tidak terkendali dan terasa tidak bisa dihindari karena semua orang tinggal satu atap, pindah bisa menjadi pilihan. Ini tidak berarti harus pindah jauh.
Banyak pasangan modern memilih untuk tinggal terpisah dari keluarga mereka, terkadang di gedung yang sama di lantai yang berbeda, atau hanya beberapa meter atau kilometer jauhnya, untuk menjaga perdamaian dan mengurangi konflik. Dalam situasi yang lebih dramatis, jalan keluar seperti yang terlihat pada gambar Kabhi Khushi Kabhie GhamBrooklyn-Nicolas, atau bahkan Meghan-Harry adalah hasilnya.
– Berakhir






