Kabinet keamanan Netanyahu menyetujui perjanjian gencatan senjata di Gaza

Dawud

Kabinet keamanan Netanyahu menyetujui perjanjian gencatan senjata di Gaza

Kabinet keamanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Jumat menyetujui perjanjian gencatan senjata yang katanya akan mulai berlaku dengan pembebasan sandera pada hari Minggu. Pemerintah Israel lainnya dijadwalkan bersidang pada Jumat malam untuk menyetujui gencatan senjata, kata kantor perdana menteri. Persetujuan Kabinet Keamanan atas perjanjian tersebut terjadi sehari setelah Netanyahu menuduh kelompok teroris Hamas yang berbasis di Gaza mengingkari sebagian dari perjanjian tersebut. Tidak ada perubahan pada menit-menit terakhir pada perjanjian tersebut, menurut pernyataan Netanyahu.

Apa syarat-syarat perjanjian gencatan senjata? Zaman Israel pada hari Kamis menerbitkan apa yang dikatakannya sebagai teks lengkap perjanjian gencatan senjata. Teks tersebut mencakup perjanjian tiga fase untuk pertukaran sandera dan tahanan sambil memulihkan perdamaian di Gaza. Presiden AS Joe Biden awal pekan ini mengklaim bahwa perjanjian tersebut mengikuti garis besar pengaturan yang dia usulkan pada musim panas lalu. Perjanjian yang diusulkan tersebut melibatkan pembebasan sandera secara bertahap oleh Hamas, sementara Israel secara bertahap menghentikan operasi militernya di Gaza.

Gali lebih dalam: Baca kolom William Inboden di WORLD Opinions yang merayakan adanya perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, meski lemah.