Pemain sepak bola nasional Elye Wahi dari Pantai Gading kini diizinkan masuk ke Kanada dan bermain dalam pertandingan Piala Dunia Pantai Gading melawan tim sepak bola nasional Jerman. Seperti yang diumumkan oleh asosiasi Pantai Gading, “izin yang diperlukan untuk masuknya dia ke Kanada kini telah diperoleh”.
Wahi akan “perjalanan ke Kanada dan ambil bagian di Piala Dunia seperti biasa,” katanya dalam sebuah pernyataan. Asosiasi senang dengan hasil positif ini dan berterima kasih kepada semua orang yang terlibat yang berkontribusi dalam memecahkan masalah ini.
Kemungkinan dugaan manipulasi
Juga tidak jelas apakah kemungkinan tuduhan manipulasi terhadap Wahi menjadi alasan penolakan mereka untuk masuk. Asosiasi tersebut dikatakan “mengetahui berbagai artikel dan informasi” yang dipublikasikan tentang pemain nasional tersebut.
Namun: “Sampai saat ini, asosiasi tersebut belum menerima proses hukum atau resmi apa pun yang memengaruhinya.” Oleh karena itu, Wahi tetap menjadi bagian penting di timnas.
Diberikan dari Eintracht Frankfurt kepada OGC Nice
Wahi didatangkan Eintracht Frankfurt pada 2025 dan mendapat kontrak berdurasi lima tahun hingga musim panas 2030. Namun, ia tak selalu mampu meyakinkan di musim pertamanya di Bundesliga.
Pada bulan Januari ia dipinjamkan ke klub divisi satu Prancis OGC Nice. Sebuah insiden dikatakan terjadi di sana yang mengakibatkan Wahi tampaknya ditahan sementara di polisi di Prancis sebelum perjalanannya ke Piala Dunia.
Kantor kejaksaan Marseille mengkonfirmasi kepada Badan Pers Jerman (dpa) bahwa seorang pesepakbola berusia 23 tahun ditangkap pada 29 Mei karena dugaan manipulasi. “The Athletic” pertama kali melaporkan kasus ini.
Kantor kejaksaan menjawab pertanyaan tentang Wahi bahwa ia diduga melakukan “penipuan terkait geng, korupsi terkait geng di bidang olahraga, barang curian, dan pencucian uang”, namun tanpa menyebutkan atau mengonfirmasi namanya. Setelah diinterogasi, pemain tersebut dibebaskan kembali dan penyelidikan dilanjutkan.
Kartu kuning yang disengaja?
Menurut “The Athletic”, tuduhan khusus terhadap Wahi adalah ia dengan sengaja menerima kartu kuning pada pertandingan divisi satu Prancis melawan FC Metz pada 17 Mei.
Liga Prancis mengumumkan bahwa mereka telah diberitahu tentang peristiwa-peristiwa yang tidak biasa dalam taruhan olahraga internasional sehubungan dengan permainan tersebut. Jumlah uang yang luar biasa besar diberikan atas peringatan dari Wahi. Liga kemudian menghubungi pengadilan Prancis.
Wahi bisa melakukan perjalanan ke AS bersama tim nasionalnya. Penyerang itu menjadi starter dalam kemenangan 1-0 melawan Ekuador.





