Kelompok Kristen mengadvokasi program pemukiman kembali pengungsi

Dawud

Kelompok Kristen mengadvokasi program pemukiman kembali pengungsi

Organisasi berbasis agama di tingkat negara bagian dan nasional pada hari Selasa meminta Presiden terpilih Donald Trump untuk melanjutkan program pemukiman kembali bagi para pengungsi. Trump dapat menetapkan batas maksimum penerimaan pengungsi menjadi setidaknya 50.000 orang per tahun seperti yang ia lakukan pada tahun 2017, menurut surat yang dikeluarkan oleh World Relief, sebuah organisasi kemanusiaan Kristen.

Perwakilan dari National Association of Evangelicals, Open Doors, Komisi Etika dan Kebebasan Beragama dari Southern Baptist Convention, dan organisasi lain menandatangani surat tersebut. Para penandatangan berpendapat bahwa program pemukiman kembali sejalan dengan pendirian Trump mengenai imigrasi. Surat tersebut menyatakan bahwa salah satu cara terbaik untuk mengamankan perbatasan Amerika adalah dengan memiliki sistem imigrasi legal yang berfungsi dengan baik di mana setiap individu diperiksa secara menyeluruh.

Apa program pemukiman kembali? Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1980 meresmikan sistem tersebut dengan mengesahkan Undang-Undang Pengungsi. Undang-undang tersebut kemudian menaikkan batas maksimum pengungsi tahunan dari 17.400 menjadi 50.000, menciptakan proses untuk menyesuaikan batas tersebut untuk keadaan darurat, dan memerlukan konsultasi tahunan antara Kongres dan presiden. Beberapa organisasi nirlaba bekerja sama dengan pemerintah untuk memfasilitasi program tersebut dan membantu para pengungsi membangun kembali kehidupan mereka di Amerika Serikat, menurut World Relief.

Bagaimana program ini membantu umat Kristiani? Program pemukiman kembali pengungsi melindungi umat Kristen yang teraniaya dan mereka yang melarikan diri dari penganiayaan agama, menurut surat itu. Lebih dari 29.490 pengungsi Kristen dari 50 negara di mana umat Kristen menghadapi penganiayaan paling parah tiba di Amerika Serikat pada tahun fiskal 2024, menurut Open Doors. Lebih dari 70% kaum evangelis percaya Amerika Serikat memiliki tanggung jawab moral untuk menerima pengungsi, menurut survei tahun 2024 yang dilakukan oleh Lifeway Research.

Gali lebih dalam: Baca laporan Addie Offereins di Compassion mengenai kondisi program pemukiman kembali pengungsi.