Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Jumat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Ashgabat, Turkmenistan, menurut laporan Kantor Berita Republik Islam milik pemerintah Iran. Pertemuan tersebut—yang merupakan diskusi tatap muka pertama para pemimpin sejak terpilihnya Pezeshkian—terjadi setelah serangan rudal Iran terhadap Israel awal bulan ini. Israel berjanji akan membalas dengan kekerasan dan tepat dalam serangan mendadak yang belum terjadi. Amerika Serikat mengutuk serangan Iran dan mengakui Israel mempunyai hak untuk membela diri.
Apa yang dibicarakan kedua pemimpin tersebut? Kedua pemimpin menegaskan komitmen kerja sama negara mereka, IRNA melaporkan. Pezeshkian mengisyaratkan perjanjian kemitraan strategis yang akan diselesaikan pada pertemuan puncak BRICS mendatang di Moskow akhir bulan ini. BRICS adalah koalisi ekonomi yang mencakup Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan—sesuai dengan akronimnya. Ini juga termasuk Iran.
Apa pendapat Rusia mengenai pertemuan tersebut? Putin mengatakan bahwa Iran dan Rusia sering kali memiliki perspektif yang sama mengenai peristiwa-peristiwa dunia, lapor outlet media TASS yang dikelola Kremlin. Putin mengatakan kedua negara bekerja sangat erat. Kedua pemimpin membahas kejadian terkini di Timur Tengah selama percakapan mereka, TASS melaporkan.
Gali lebih dalam: Baca kolom R. Albert Mohler Jr. di WORLD Opinions yang mencantumkan Iran dan Rusia di antara empat negara yang ia sebut sebagai “poros kejahatan” baru.






